toxoplasmosis penyebab susah hamil

Susah Hamil? Kucing Kesayangan Anda Bisa Jadi Penyebabnya

Memperoleh keturunan adalah impian setiap pasangan terutama bagi mereka yang baru saja menikah. Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit wanita atau pria yang mengalami gangguan reproduksi sehingga susah untuk hamil. Bahkan, setelah berhasil hamil, ada saja gangguan yang menyebabkan janin keguguran.

Salah satu penyebab susah hamil yang perlu diketahui oleh para wanita yang berencana menambah momongan adalah toxoplasmosis. Selain menyebabkan susah hamil, infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii ini menyebabkan terjadinya keguguran janin, terutama pada trimester awal.

Baca juga : Tahapan Perkembangan Janin

Mengenal Dampak Toxoplasmosis Terhadap Kehamilan

Para ahli mengatakan, wanita yang terkena infeksi toxoplasma harus menunggu hingga 6 bulan sebelum memutuskan untuk hamil. Untuk mengetahui apakah Anda terkena parasit ini, salah satu cara yang paling akurat adalah melakukan tes darah. Tes darah juga berguna untuk mengecek antibodi tubuh terhadap parasit toxoplasma jika Anda dalam keadaan hamil.

Jika seorang wanita terinfeksi toxoplasma pada saat hamil atau sesaat sebelum hamil, bayi cenderung ikut terinfeksi. Pada awalnya, gejala infeksi biasanya tidak terdeteksi. Namun, semakin bertambahnya usia anak, bisa terjadi kebutaan atau disabilitas mental. Bayi yang baru saja terinfeksi juga dapat mengalami masalah serius pada mata atau otak.

Baca juga : Penyebab Gagalnya Program Hamil

Mengetahui Penyebaran Toxoplasma

Parasit yang disebut toxoplasma ini disebarkan oleh kucing. Kucing dapat terinfeksi karena memakan makanan burung atau binatang kecil lainnya. Parasit toxoplasma dapat ditemukan pada feses kucing. Perlu diperhatikan pula, parasit ini dapat bertahan hingga 3 minggu setelah berada di alam terbuka.

Pada kondisi tertentu, parasit pada feses kucing dapat masuk ke mulut secara tidak sengaja. Salah satu contohnya, ketika Anda melakukan aktivitas berkebun tanpa menggunakan sarung tangan. Selain itu, sayuran dan buah yang tidak dicuci dengan bersih juga berisiko menyimpan parasit toxoplasma.

Oleh karena itu, sangat penting memastikan sayur atau buah benar-benar dibersihkan sebelum dikonsumsi. Pencegahan lainnya adalah dengan menghindari konsumsi makanan yang kurang matang atau tidak matang.

Baca juga : 7 Tips Cepat Hamil Setelah KB

5 Tips Mencegah Toxoplasmosis Bagi Ibu Hamil

Jika Anda memelihara kucing pada saat sedang hamil, sebaiknya tingkatkan kewaspadaan. Bagaimanapun, hal ini dapat meningkatkan terjadinya masalah pada janin. Nah, berikut beberapa trik yang bisa dilakukan demi menjaga kesehatan Anda dan janin.

  1. Hindari Aktivitas Berkebun

Jika terpaksa, gunakan sarung tangan sekali-pakai dan cuci tangan dengan sabun dan air setelah melakukannya.

  1. Rutin Membersihkan Tempat Kotoran Kucing

Parasit toxoplasma tidak akan menyebabkan infeksi hingga 1 sampai 5 hari setelah keluar melalui feses kucing.

  1. Jangan Berikan Daging Setengah Matang Kepada Kucing

Sebaiknya, sediakan makanan kaleng yang sudah dikemas dan dapat dibeli di toko makanan khusus hewan.

  1. Minimalisir Kontak Fisik Dengan Kucing

Biarkan kucing tetap berada di luar ruangan, jangan di dalam rumah, apalagi di tempat tidur.

  1. Memasak dan Mengonsumsi Daging Yang Matang

Supaya terbebas dari parasit toxoplasma, Anda harus memasak makanan pada temperatur yang aman. Gunakan termometer makanan untuk mengukur suhu makanan yang sedang dimasak. Jangan pula mencicipi makanan sebelum benar-benar matang.

Baca juga : Waspada Anemia Pada Ibu Hamil

Jika Mengalami Toxoplasmosis pada Saat Hamil

Peluang wanita hamil terkena infeksi toxoplasma sebenarnya terbilang kecil. Bahkan, jika terinfeksi, bukan berarti bayi langsung mengalami dampaknya. Risiko yang dialami oleh bayi tergantung pada waktu terjadinya infeksi. Jika infeksi terjadi pada trimester awal kehamilan, masalah pada kehamilan cenderung lebih besar. Sebaliknya, jika infeksi terjadi pada trimester akhir kehamilan, kemungkinan infeksi memengaruhi janin lebih kecil.

Infeksi toxoplasmosis pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran atau kematian di dalam rahim. Infeksi ini dapat pula menyebabkan congenital toxoplasmosis, yaitu ketika infeksi menyebar pada janin dan menyebabkan kecacatan atau masalah setelah bayi lahir.

Untuk menghindari susah hamil karena infeksi toxoplasma, Anda bisa mengurangi risikonya dengan melakukan tes darah rutin. Selain itu, melakukan tindakan pencegahan harus tetap menjadi prioritas utama.

Baca juga : 7 Keluhan Ibu Hamil Yang Paling Sering Dialami

Back to Articles