pola makan penyebab diabetes

Pola Makan Yang Harus Dihindari Oleh Pengidap Diabetes

Meskipun banyak yang berpikir diabetes adalah penyakit keturunan, belum ada penjelasan seseorang menderita diabetes karena warisan genetik ataukah hanya mewarisi kebiasaan kurang sehat dari keluarganya. Karena itu, daripada berisiko semakin besar, Anda perlu memberi perhatian pada pola makan penyebab diabetes dan membentuk kebiasaan sehat.

Baca juga : Apakah Diabetes Merupakan Penyakit Keturunan?

Diabetes memang erat kaitannya dengan makanan, terutama yang mengandung gula dan karbohidrat. Sayangnya, makanan yang menjadi penyebab diabetes sering ada dalam menu sehari-hari Anda. Sebelum terlambat, kenali dan kurangi atau hindari jenis makanan berikut ini.

3 Pola Makan Penyebab Diabetes

  • Karbohidrat

Karbohidrat memang menjadi sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Namun, kalau dimakan secara berlebihan tanpa diiringi aktivitas fisik yang cukup, karbohidrat dapat menjadi sumber masalah. Karbohidrat mudah dicerna oleh tubuh dan dapat memicu kenaikan gula darah. Kalau berlebihan, kadar gula darah Anda bisa lebih tinggi daripada batas normal.

Makanan tinggi karbohidrat yang ditemukan dalam menu sehari-hari orang Indonesia adalah beras dan tepung. Beras biasa dikonsumsi hanya dengan ditanak menjadi nasi, sementara tepung digunakan dalam berbagai olahan seperti roti, mi, pasta, dan gorengan. Sumber karbohidrat lain yang Anda perlu atur konsumsinya adalah singkong, ubi jalar, dan sereal.

Asupan karbohidrat setiap orang bervariasi, tergantung pada usia dan aktivitas fisiknya, tetapi rata-rata idealnya sekitar 250 gram per hari untuk orang normal dan 135-180 gram per hari untuk penderita diabetes.

Baca juga : Memanaskan Nasi di Rice Cooker Dapat Memicu Kanker Hingga Diabetes?

  • Kadar Gula Tinggi

Sering makan atau minum sesuatu dengan kadar gula tinggi seperti teh manis atau soda merupakan pola makan penyebab diabetes. Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko diabetes. Misalnya, menurut studi dari Diabetes Journals ini, minum minuman manis 1-2 gelas per hari meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sampai 26%. Minuman manis yang dimaksud meliputi minuman bersoda, minuman dengan tambahan gula, dan jus buah.

Sebenarnya, gula merupakan bagian dari karbohidrat dan memiliki banyak jenis. Kalau Anda membeli makanan atau minuman berkemasan, bahan yang digunakan barang kali tidak ditulis sebagai gula, melainkan nama spesifik seperti fruktosa, laktosa, sukrosa, glukosa, sirup, dan madu. Nama-nama tersebut menunjukkan bahwa produk bersangkutan mengandung gula dan perlu Anda kurangi atau hindari.

Buah-buahan secara alami memang mengandung gula sehingga makan buah secara langsung maupun yang diolah sebagai jus dan smoothies tidak membuat banyak perbedaan. Buah yang memiliki kadar gula tinggi termasuk di antaranya jeruk, melon, nanas, dan manggis.

Baca juga : Gejala Diabetes Pada Wanita

  • Lemak Jenuh

Kandungan lemak memang tidak berdampak langsung terhadap kenaikan gula darah. Namun, makanan tersebut dapat meningkatkan berat badan secara cepat. Kalau berat badan berlebih, terutama kalau sudah obesitas, risiko diabetes tipe 2 pun semakin besar.

Menurut sebuah penelitian di Harvard School of Public Health, orang yang makan daging  merah setiap hari lebih berisiko 19% terkena diabetes daripada mereka yang tidak, sedangkan konsumsi daging olahan seperti hot dog atau bacon menaikkan risiko sampai 51%.

Mempertimbangkan risiko di atas, penting bagi Anda untuk mengatur konsumsi makanan berlemak, terutama kalau Anda tidak melakukan aktivitas fisik aktif secara rutin. Sebaiknya, kurangi konsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh seperti daging, mentega, susu, dan keju. Kurangi juga konsumsi makanan yang dimasak dengan cara dibakar atau dipanggang karena makanan tersebut mengandung lemak trans yang tinggi kolesterol.

Baca juga : Manfaat Pare untuk Penderita Diabetes

Itulah beberapa jenis makanan penyebab diabetes yang Anda konsumsi setiap harinya. Dengan menghindari pola makan penyebab diabetes, Anda dapat menjaga agar gula darah tetap normal.

Back to Articles