Tekanan Darah Tinggi - Hipertensi

Mengenal Hipertensi

Hipertensi tentu bukan hal yang asing lagi, sebagian besar masyarakat tahu apa itu hipertensi. Hipertensi adalah tekanan darah tinggi. Ya, benar. Tetapi, apakah anda tahu seberapa tinggi tekanan darah sampai disebut hipertensi?

Sebelumnya, mari bicara tentang tekanan darah. Saat anda melakukan pengukuran tekanan darah, akan didapatkan hasil berupa dua angka. Angka pertama adalah tekanan darah sistolik, dan angka kedua adalah tekanan darah diastolik.

Tekanan darah sistolik adalah tekanan darah tertinggi saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan tekanan darah diastolik adalah tekanan darah terendah saat jantung relaksasi. Tekanan darah normal manusia adalah di bawah 120/80 mmHg, dimana 120 mmHg berarti tekanan darah sistolik, dan 80 mmHg berarti tekanan darah diastolik.

Kapan tekanan darah diartikan sebagai hipertensi?

Hipertensi dikatakan bila tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg ATAU tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg. Lalu, apakah langsung disebut hipertensi bila pada sekali pengukuran didapatkan hasil di atas angka tersebut?

Diagnosis hipertensi baru dapat ditegakkan setelah dilakukan pengukuran tekanan darah yang melebihi batas normal dan dilakukan minimal pada 3 hari yang berbeda.

Darah tinggi sendiri secara umum tidak menimbulkan gejala bila belum terjadi komplikasi. Namun, perlu diketahui terdapat keadaan tertentu yang disebut krisis hipertensi. Krisis hipertensi terjadi saat tekanan darah sistolik melebihi 180 mmHg atau tekanan darah diastolik melebihi 110 mmHg.

Apakah berbahaya?

Tentu sangat berbahaya dan membutuhkan penanganan segera, apalagi jika sudah terjadi komplikasi berupa kerusakan organ tubuh (seperti stroke, kebutaan, serangan jantung, gangguan pada paru-paru dan ginjal).

Hipertensi, ternyata tidak sesederhana itu, bukan?

References:
Blood Pressure UK. London: Blood Pressure Association; 2008.
Alexander MR, et al. Hypertension. Medscape; 2016.

Back to Articles