pantangan asam urat

Inilah Beberapa Pantangan Bagi Penderita Asam Urat

Apakah gejala asam urat Anda tak kunjung sembuh? Mungkin, ada beberapa pantangan asam urat yang tidak dipatuhi selama masa penyembuhan. Akibatnya, rasa nyeri semakin parah, timbul bengkak, serta radang di jempol kaki.

Lalu, apa saja pantangan asam urat itu? Salah satu pemicu asam urat tercepat adalah makanan. Menurut studi Arthritis Foundation, penderita hiperurisemia harus menghindari beberapa jenis makanan supaya kadar asam urat menurun.

Dilansir dari situs labtestsonline.org, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa penyakit asam urat bisa disembuhkan dengan cara mengubah gaya hidup. Pasalnya, pengobatan hanya dapat mengurangi rasa sakit ataupun pembengkakan kronis.

Makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi penderita asam urat? Yuk, cari tahu di sini!

Baca juga : Gejala Asam Urat

Pantangan Asam Urat

  1. Untuk Sementara Waktu, Hindari Kopi

Kopi terasa nikmat jika diminum dalam keadaan hangat. Namun, di balik kelezatan kopi, ada zat kafein yang harus Anda waspadai. Kafein tidak hanya menimbulkan dampak positif, tetapi juga negatif. Terutama bagi penderita asam urat; bisa memperparah gejala nyeri sendi.

Secangkir kopi mengandung 85 mg kafein dengan kadar sesuai jenis kopi. Karena kandungan kafeinanya tergolong tinggi, bisa menyebabkan penebalan asam urat. Proses tersebut terjadi lebih cepat sehingga zat purina mengendap di ginjal. Dampaknya, fungsi ginjal menjadi terganggu sehingga memicu penyakit chronic kidney disease (CKD).

  1. Stop Mengonsumsi Alkohol

Alkohol merupakan minuman yang mengandung purina. Karena kadarnya sangat tinggi, bisa menyebabkan penumpukan asam urat. Pun mengakibatkan produksi asam urat di lever sehingga memicu penyakit komplikasi.

Berdasarkan riset dalam Jurnal The Lancet pada tahun 2004, beberapa pria yang minum bir (mengandung alkohol) lebih rentan terkena asam urat. Penelitian tersebut dilakukan selama 12 tahun dengan objek 47.000 laki-laki. Studi ini membuktikan bahwa alkohol sangat berbahaya bagi kesehatan.

  1. Jauhi Sayuran yang Mengandung Purina

Purina adalah senyawa yang bisa dipecah menjadi asam urat. Anda bisa menemukannya di berbagai jenis makanan, termasuk sayur. Saat zat ini dikonsumsi secara berlebihan, produksi asam urat otomatis meningkat.

Salah satu jenis sayur yang harus dihindari adalah bayam. Berdasarkan tabel makanan AcuMedico, setiap 100 gram bayam mengandung 57 gram purina. Meski jumlahnya lebih sedikit daripada daging merah, bisa menaikkan kadar asam urat secara bertahap.

  1. Jangan Makan Jeroan

Anda suka makan hati, usus, atau ampela sapi? Ketika gejala asam urat menyerang, sebaiknya menghindari makanan tersebut. Menurut dr. Mahdian, SpBS., spesialis bedah saraf, kandungan purina organ-dalam sapi tergolong tinggi.

Larangan serupa juga dikeluarkan oleh Mayo Clinic, Ronchester, Amerika Serikat. Melalui situs mayoclinic.org, mereka mengungkapkan bahwa daging, ginjal, serta roti manis mengandung purina yang tinggi.

  1. Beberapa Jenis Seafood Sebaiknya Dihindari

Makanan laut (seafood) menjadi santapan favorit semua orang karena rasanya sangat lezat. Salah satu negara yang gemar mengonsumsi santapan ini adalah Jepang. Rata-rata orang Jepang menyantap aneka boga bahari, seperti ikan mentah, molusca, crustacea, echinodermata, ubur-ubur, dan rumput laut.

Namun, makanan laut merupakan pantangan bagi penderita hiperurisemia. Beberapa jenis seafood yang tidak boleh dikonsumsi, antara lain udang, cumi-cumi, dan kepiting. Menurut studi American College of Rheumatology, 730 kasus serangan gejala asam urat disebabkan oleh kegemaran makan seafood. Mereka kerap mengonsumsi dalam jumlah banyak.

  1. Mengurangi Konsumsi Daging Merah

Daging merah kerap dikaitkan dengan kondisi kesehatan seseorang. Hasil riset National Institutes of Health-AARP membuktikan, orang yang gemar makan daging merah meninggal 10 tahun lebih cepat. Christian Rosenbloom, PhD, RD., dari Georgia State University mengatakan bahwa setiap orang harus mengontrol konsumsi daging merah.

Selain mengandung kolesterol tinggi, di dalam daging merah juga terdapat zat purina. Karena itu, penderita hiperurisemia harus mengurangi intensitas konsumsinya. Daging merah yang dimaksud berasal dari kambing, sapi, domba, kelinci, serta kuda.

  1. Batasi Konsumsi Telur

Anda suka mengonsumsi telur? Makanan ini mengandung protein hewani yang cukup tinggi. Selain itu juga memiliki kandungan purina sekitar 130 gram, 7 gram per 100 gram telur. Lalu, apakah penderita hiperurisemia tidak boleh mengonsumsi telur?

Dilansir dari situs detik.com, dr. Parlindungan Siregar, SpPD-KGH., dari Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM mengungkapkan tentang konsumsi protein tinggi. Menurutnya, jika dibiarkan, bisa memicu asam urat yang berakhir pada gagal ginjal. Jadi, mengonsumsi telur bagi penderita hiperurisemia tidak dilarang, melainkan harus dibatasi.

Setelah mengetahui beberapa pantangan asam urat diatas, kini saatnya Anda mengubah gaya hidup. Untuk mempercepat penyembuhan, lakukan olahraga secara rutin ya.

Baca juga : Cara Mengobati Asam Urat

Back to Articles