dampak negatif keluarga tidak harmonis terhadap psikologis anak

Keluarga Tidak Harmonis? Inilah Dampak Terhadap Kondisi Psikologis Anak  

Keluarga yang bahagia dan harmonis tentunya menjadi impian semua orang. Selain bisa membuat hati lebih tenang, keadaan keluarga yang harmonis juga berpengaruh baik terhadap kondisi psikologis anak. Anak-anak akan merasa dirinya mendapat cukup kasih sayang dari kedua orang tua dan tumbuh dengan bahagia.

Namun, tidak semua orang dapat membangun keluarga yang ideal. Jika Anda mengalami masalah serupa, cobalah untuk menahan diri. Jangan sampai buah hati melihat atau mendengar pertengkaran Anda karena hal tersebut dapat berakibat kurang baik terhadap kondisi psikologisnya. Apakah dampak negatif tersebut?

Dampak Negatif Terhadap Psikologis Anak

  • Anak menjadi kurang bahagia, sering cemas, atau depresi

Anak-anak yang menyaksikan pertengkaran orang tua dari waktu ke waktu cenderung kurang bahagia. Ia tidak seceria teman lainnya. Mereka pun merasa sendirian—orang tua tidak cukup memberikan perhatian dan kasih sayang. Akibatnya, mereka merasa cemas atau bahkan mengalami depresi.

psikologis anak

  • Anak cenderung lebih pendiam dan antisosial

Tumbuh dalam keluarga yang kurang harmonis, anak-anak akan menjadi lebih pendiam atau bahkan antisosial. Apalagi kalau mereka melihat teman-temannya memiliki orang tua yang saling menyayangi. Kejadian sebaliknya juga mungkin terjadi, yaitu anak-anak bersikap terlalu aktif sebagai upaya menarik perhatian dari orang di sekitarnya. Hal ini terjadi karena kasih sayang yang seharusnya didapatkan dari orang tua tidak mereka rasakan.

  • Anak bersikap agresif atau suka melakukan kekerasan

Kondisi psikologis anak lain yang sering muncul karena lingkungan keluarga yang tidak harmonis adalah perilaku agresif. Anak-anak jadi suka marah-marah kepada orang lain, bahkan tanpa alasan yang jelas. Ia juga berisiko tinggi untuk melakukan kekerasan, terutama kalau ia menyaksikan kekerasan sendiri di rumah.

  • Anak kurang percaya diri

Untuk bisa menjadi percaya diri, anak-anak membutuhkan dorongan dari orang tuanya. Mereka membutuhkan motivasi, kasih sayang, dan pujian orang tua. Namun, kalau di rumah suasananya kurang harmonis, motivasi tersebut tidak akan dirasakan oleh anak. Akibatnya, mereka menjadi kurang percaya diri dalam menunjukkan kemampuannya.

  • Kurang bersaing secara akademis

Selain kurang percaya diri, anak-anak yang berasal dari keluarga tidak harmonis cenderung kurang berprestasi di sekolah. Ia juga tidak memiliki keinginan kuat untuk bersaing dan memperbaiki prestasi.

  • Berisiko memiliki masalah mental saat dewasa

Menyaksikan pertengkaran orang tua, baik pertengkaran hebat maupun ‘perang dingin’, dapat mengakibatkan masalah mental bahkan setelah anak menjadi dewasa. Hal tersebut dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh tim dari The University of Sussex, seperti dilansir CNN (24/03/2016).

Parahnya, anak-anak cenderung meniru perilaku orang tuanya. Anak-anak yang semasa kecil menyaksikan pertengkaran atau kekerasan rumah tangga rawan untuk melakukan hal serupa ketika ia dewasa. Bahkan dalam beberapa kasus yang ekstrem, anak-anak yang tumbuh dalam keluarga tidak harmonis memiliki risiko lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri.

  • Anak-anak merasa kehilangan kasih sayang, terutama jika terjadi perceraian

Apabila setelah cukup lama terjadi pertengkaran orang tua memutuskan untuk bercerai, anak-anak akan merasa terkejut dan kehilangan kasih sayang. Apalagi kalau setelah perceraian, ia dilarang untuk bertemu salah satu dari orang tuanya atau justru orang tua yang terlalu fokus pada masalahnya sendiri sehingga lupa akan kondisi psikologis anak-anak.

Untuk mencegah hal-hal di atas, adalah penting untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Apabila Anda sebagai orang tua sedang mengalami masalah satu sama lain, jangan membiarkan anak-anak mendengar pertengkaran. Usahakan untuk menyelesaikan masalah tersebut secepatnya agar perkembangan psikologis buah hati tidak terganggu.
Bio Strath

Selain psikologis anak, Anda juga perlu untuk memperhatikan kesehatan fisiknya. Perhatikan kebutuhan anak akan nutrisi dengan cara memberinya makanan yang sehat dan vitamin tambahan seperti Bio Strath. Aktivitas yang membutuhkan keaktifan fisik juga sebaiknya dilakukan, misalnya olahraga rutin atau permainan luar ruangan. Dengan begitu, buah hati Anda bisa menjadi sehat secara fisik dan mental.

Baca juga : Panduan Lengkap Cara Mendidik Anak

Back to Articles