keputihan pasca melahirkan

Kenali Keputihan Pasca Melahirkan, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Setelah melahirkan, seorang wanita biasanya akan mengalami masa nifas. Pada masa ini, cairan yang disebut lochia keluar dari vagina selama 4–6 minggu. Pada awalnya, cairan lochia berwarna merah tua seperti darah menstruasi. Selanjutnya, warna cairan berubah merah muda, cokelat, atau kekuningan. Tidak perlu khawatir, ini wajar terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan.

Lantas, bagaimana jika cairan masih keluar setelah 6 minggu pasca melahirkan? Anda mungkin mengalami keputihan seperti yang umumnya terjadi pada wanita dewasa. Pada kondisi yang parah, keputihan pasca melahirkan memerlukan penanganan dari dokter ahli.

Baca juga : Tips Merawat Bayi Agar Sehat dan Cerdas

Ciri Cairan yang Normal Keluar Pasca Melahirkan

Sebelum memvonis cairan yang keluar pascamelahirkan adalah keputihan, ada baiknya Anda mengenali ciri lochia pada masa nifas. Dengan demikian, Anda tidak perlu melakukan perawatan ekstra atau mengonsumsi obat yang sebenarnya tidak diperlukan untuk mengatasinya.

Menurut NCT 1st 1.000 Days, ciri lochia yang normal keluar pada masa nifas adalah sebagai berikut:

  • Pada 24 jam pertama, cairan berupa darah berwarna merah terang. Satu hingga dua gumpalan darah berukuran besar dan beberapa gumpalan darah berukuran kecil biasanya akan ikut keluar.
  • Pada hari ke-2 hingga ke-6, darah yang keluar berwarna cokelat tua atau merah muda. Beberapa gumpalan darah berukuran kecil ikut keluar.
  • Pada hari ke-7 hingga ke-10, warna darah yang keluar adalah merah muda atau cokelat terang. Jumlah darah yang keluar juga lebih sedikit.
  • Pada hari ke-11 hingga ke-14, cairan yang keluar biasanya berwarna lebih terang. Jumlahnya pun harus lebih sedikit daripada sebelumnya.
  • Pada minggu ke-3 hingga ke-4, darah sudah tidak banyak keluar. Namun, Anda mungkin akan mengalami keluarnya cairan berwarna krem berlapis darah merah terang atau cokelat. Pada sebagian wanita, pendarahan berhenti pada minggu-minggu ini.
  • Pada minggu ke-5 hingga ke-6, Anda mungkin masih sesekali mengalami keluarnya cairan berwarna cokelat, merah, atau kekuningan.

Baca juga : Bahan MPASI untuk Anak Usia 6-12 Bulan

Mengenal Jenis Keputihan

Jika cairan masih belum berhenti setelah 6 minggu, Anda patut mewaspadainya sebagai gejala keputihan. Untuk memastikan, pahami terlebih dahulu gejala keputihan yang umum terjadi pada wanita.

Berdasarkan tampilannya, keputihan dapat dibedakan atas beberapa jenis. Berikut penjelasan sederhana mengenai keputihan berdasarkan tinjauan medis dari Debra Rose Wilson:

  • Berwarna Putih

Keluarnya cairan berwarna putih pada awal atau akhir siklus menstruasi adalah hal yang normal. Namun, jika disertai dengan rasa gatal dan terlihat seperti keju lembut, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Keputihan ini kemungkinan disebabkan oleh infeksi jamur.

Sebenarnya, kehadiran jamur pada vagina adalah hal yang normal. Namun, perkembangannya bisa tak terkendali pada situasi tertentu, seperti stres, diabetes, penggunaan pil KB, kehamilan, atau konsumsi antibiotik.

  • Jernih dan Berair

Keputihan yang terlihat jernih dan berair adalah hal yang normal dan dapat terjadi kapan saja. Keputihan jenis ini biasanya disebabkan oleh aktivitas olahraga yang terlalu berat.

  • Jernih dan Lengket

Apabila kondisi cairan yang keluar bersifat jernih dan lengket atau seperti lendir, ini menandakan Anda sedang mengalami masa ovulasi.

  • Cokelat atau Berdarah

Keputihan yang berwarna cokelat atau berdarah adalah hal yang umum terjadi pada saat  siklus menstruasi atau setelahnya. Anda juga bisa mengalami keluarnya darah di antara periode menstruasi. Kondisi ini disebut spotting.

  • Kuning atau Hijau

Bila warnanya kuning atau hijau, kental, tebal, dan berbau tidak sedap, segera periksakan diri ke dokter. Ini merupakan jenis keputihan yang tidak normal karena disebabkan infeksi Trichomoniasis. Infeksi ini menyebar melalui kontak seksual atau penggunaan handuk dan baju renang bersama orang lain. Penderita juga biasanya akan merasakan sakit dan gatal di area kewanitaan.

Baca juga : Cara Alami Mengatasi Keputihan

Cara Keputihan Pasca Melahirkan

Apabila gejala keputihan pasca melahirkan disertai demam, rasa sakit pada bagian perut, penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, serta rasa lelah yang tidak biasa, Anda perlu menghubungi dokter untuk perawatan yang lebih intensif. Anda juga bisa mengonsumsi suplemen khusus, seperti Beauty Golds dari Harvest Supplement yang bermanfaat menyembuhkan keputihan secara alami dari dalam tubuh. Keunggulan suplemen ini adalah aman dikonsumsi ibu hamil maupun ibu menyusui.

Demikian beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui tentang keputihan, khususnya keputihan pasca melahirkan. Semoga bermanfaat.

Baca juga : Amankah Berhubungan Intim Saat Keputihan?

Back to Articles