Keluhan Ibu Hamil

7 Keluhan Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Berbagai perubahan selama kehamilan kerap menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada sang bunda,  disebabkan oleh peningkatan hormon dalam tubuh. Menurut pendapat Dr. Christopher Glantz, profesor dari University of Rochester Medical Center Rochester, New York, wanita yang tidak mengalaminya pasti memiliki kekuatan fisik yang luar biasa.

Karena perubahan hormonal tersebut, pun muncul beragam keluhan Ibu hamil. Lantas, bagaimana gejala dan cara mengatasinya? Yuk, cari tahu di sini!

7 Keluhan Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

1. Gusi Berdarah

Penyebab utama gusi berdarah adalah peningkatan hormon progesteron dan estrogen. Indikasi awal serangan penyakit ini berupa pendarahan pada gusi, memerah, serta membengkak. Lambat laun, timbul plak dan kalkulus yang menjadi tanda peradangan atau gingivitis.

Dilansir dari situs health.detik.com, seorang dokter di RSU Bunda Jakarta, dr.Mira, mengatakan bahwa gingivitis menyerang saat usia kehamilan 2 bulan. Salah satu cara mengatasi gusi berdarah, yaitu dengan menyikat gigi selama dua menit.

Aktivitas tersebut dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari. Kemudian, Anda harus berkumur dengan menggunakan air garam. Tujuannya untuk menghilangkan bakteri berbahaya yang bersarang di mulut.

2. Keputihan

Selama hamil, apakah Anda pernah merasakan gatal dan panas pada kemaluan? Hati-hati; mungkin itu tanda awal serangan keputihan. Menurut dr. Noviyanti, SpOG., selagi tidak menimbulkan aroma kurang sedap, gangguan ini masih wajar.

Namun, Anda mesti waspada saat muncul ruam merah di sekitar kemaluan dan keluar cairan kuning yang bertekstur kental. Jika dibiarkan, bisa berujung pada infeksi dan ketuban pecah sebelum waktunya.

Baca juga: Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

3. Morning Sickness

Anda sering merasa mual dan muntah selama hamil? Itulah gejala morning sickness yang kerap menyerang di masa kehamilan. Menurut studi ncbi.nlm.nih.gov, sekitar 80-85 persen wanita hamil mengalami mual saat trimester pertama.

National Institutes of Health juga berpendapat; mual disertai muntah sering dialami oleh Ibu hamil muda. Cara mengurangi gejala morning sickness tersebut, adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6, seperti salmon, alpukat, dan bayam.

Baca juga: Waspada Anemia Pada Ibu Hamil

4. Sulit Tidur

Insomnia saat kehamilan dipicu oleh peningkatan hormon progesteron. Di siang hari, Ibu hamil kerap mengantuk. Namun, menjelang malam, justru lebih sulit untuk tidur nyenyak.

Perubahan hormon tersebut pun mengakibatkan sering buang air kecil di malam hari. Hal itu menyebabkan terjadinya penurunan kualitas tidur. Supaya tidak berlarut-larut, Anda harus mengatasi dengan melakukan beberapa terapi.

Misalnya, membiasakan diri untuk mandi air hangat sebelum tidur untuk merelaksasi otot dan saraf. Dengan demikian, Ibu hamil bisa lebih cepat terlelap.

Baca juga : Posisi Tidur Terbaik Bagi Ibu Yang Sedang Hamil

5. Gangguan Pencernaan

Gejala gangguan pencernaan dimulai dari nyeri di bagian dada. Biasanya, indikasi klinis tersebut disertai mulas, sendawa berulang kali, dan perih di lambung. Riset membuktikan bahwa sekitar 40 persen ibu hamil menderita gangguan pencernaan berupa sembelit.

Lalu, apa penyebab utama gangguan tersebut? Seiring berjalannya waktu, janin yang terletak di dalam rahim semakin berkembang. Hal ini menyebabkan asam lambung terdorong naik sampai ke kerongkongan.

Baca juga: Tahap Perkembangan Janin yang Wajib Bunda Baca!

6. Nyeri Punggung dan Panggul

Gangguan kenyamanan pada punggung dan panggul merupakan hal yang lumrah terjadi pada ibu hamil. Saat sendi sacroiliac bertemu dengan panggul, Anda akan merasakan nyeri di kedua bagian tersebut secara bersamaan.

Selain itu, pertambahan berat badan juga bisa menjadi pemicu sakit punggung selama kehamilan.

Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda bisa menggunakan air es. Caranya, kompres bagian yang terasa sakit selama kurang lebih 20 menit. Selang tiga hari, gantilah isi pengompres dengan air hangat.

7. Sakit Kepala

Sakit kepala sering kali dialami oleh ibu hamil trimester pertama. Penyebab utamanya adalah peningkatan hormon estrogen  sehingga menimbulkan gejala pusing.

Namun, kondisi tersebut hanya terjadi di awal kehamilan dan tidak membahayakan janin. Anda bisa meminimalkan dampak negatifnya dengan duduk selonjor, mengompres kepala yang sakit, dan mengurangi aktivitas fisik.

Itulah 7 keluhan ibu hamil dan cara mengatasinya. Untuk mengurangi efek samping kehamilan, terapkanlah pola hidup sehat dengan meningkatkan konsumsi buah dan sayur, serta minum suplemen herbal Bio-Strath, suplemen yang mengandung nutrisi terlengkap untuk ibu hamil.

Baca juga: Tahapan Proses Melahirkan Normal yang Wajib Diketahui Calon Ibu

Back to Articles