Kebiasaan buruk orang tua yang menurun kepada anak

Orang Tua Patut Waspada! Inilah Kebiasaan Anda Yang Menurun Kepada Anak

Pernahkah Anda menjumpai seorang anak yang berbicara persis seperti gaya berbicara sang ayah? Mulai dari intonasi suara hingga nada bicara, semua dapat ditirukan anak dengan sangat baik. Ini bukanlah hal yang mustahil terjadi. Sebabnya, anak merupakan makhluk peniru yang sangat ulung.

Jadi, tidak mengherankan jika pada masa pertumbuhan tersebut, anak dengan mudah dapat meniru tingkah laku maupun kebiasaan orang-orang di sekelilingnya.

Mengapa Hal Ini Penting?

Orang tua adalah role model utama bagi anak. Ketika orang tua melakukan sesuatu, anak biasanya akan menganggapnya wajar dan boleh dilakukan. Oleh karena itu, jika orang tua tidak mengusung nilai-nilai yang baik, ada saja kebiasaan buruk orang tua yang menurun kepada anak.

Baca juga : Panduan Mendidik Anak Yang Baik

Bukan hanya itu, interaksi yang terjadi di antara orang tua dan anak bisa dikatakan terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Dalam sehari, anak dapat melihat kebiasaan orang tua dan melakukan tindakan meniru. Jadi, pewarisan sifat ini adalah hal yang alami dan sangat wajar.

kebiasaan buruk anak - berteriak

5 Kebiasaan Buruk Orang Tua Yang Menurun Kepada Anak

  1. Berteriak

Bukan hal yang aneh jika orang tua sering kali membentak dan bahkan berteriak kepada anak karena bersikap bandel atau tidak mau mendengarkan teguran. Dalam pandangan orang tua, anak akan lebih mudah patuh jika ditegur dengan nada yang tinggi. Padahal, hal itu tidak sepenuhnya benar. Anak mungkin takut pada awalnya, tetapi lama-kelamaan akan merasa terbiasa.

Masalahnya, anak akhirnya meniru kebiasaan tersebut dan tanpa sadar melakukannya, baik kepada teman sebaya maupun orang-orang di sekelilingnya.

  1. Menyalahkan Orang Lain

Berapa sering orang tua menyalahkan orang atau pihak lain atas kesalahan atau kegagalan yang ia alami? Bahkan, ketika anak mengalami masalah, orang tua tanpa sadar akan menyuruh anak menyalahkan pihak tersebut, seperti meja atau kerikil yang membuat kaki anak terantuk. Padahal, hal itu disebabkan oleh kesalahan anak sendiri. Akibatnya, ketika dewasa, anak pun akan terbiasa menyalahkan orang lain ketika mengalami masalah.

Baca juga : Cara Mendidik Anak Jaman Now

  1. Makan Sembarangan

Kebiasaan buruk orang tua yang menurun kepada anak lainnya adalah makan sembarangan dan tidak menjaga pola makan. Secara tidak langsung, kebiasaan buruk ini membuat anak melakukan hal yang sama ketika mendapatkan kesempatan untuk memilih makanan.

Cara makan yang tidak baik juga bisa menjadi salah satu kebiasaan yang ditiru anak. Makan dengan terburu-buru atau selalu tersisa adalah kebiasaan makan orang dewasa yang tidak baik.

  1. Melakukan kekerasan fisik

Untuk mendisiplinkan anak, orang tua kadang-kadang melakukan tindakan fisik kepada anak, seperti memukul, mencubit, dan sebagainya. Hal ini akan membangun persepsi di benak anak bahwa melakukan tindakan fisik sah dilakukan jika seseorang melakukan kesalahan. Kondisi pun akan semakin buruk jika orang tua tidak menjelaskan makna di balik hukuman tersebut.

Baca juga : Dampak Keluarga Yang Tidak Harmonis Terhadap Psikologis Anak

Masalahnya, anak akan menirunya dengan melakukan kekerasan ketika sedang bermain dengan teman sebayanya atau justru kepada orang lain yang ia anggap melakukan kesalahan.

  1. Tidak Menjaga Kesehatan

Kebiasaan buruk orang tua yang menurun kepada anak dan memengaruhi masa depan anak adalah dalam hal menjaga kesehatan. Bukan tidak mungkin, anak akan meniru kebiasaan orang tua yang merokok, tidak suka makan sayur dan buah, suka begadang, dan sebagainya. Bahkan, menurut hasil penelitian dari University of Washington, orang tua perokok biasanya memicu kebiasaan merokok pada anak.

Solusi untuk mengatasi masalah-masalah ini sangat mudah, yaitu mengubah perilaku buruk orang tua. Bukan hanya agar tidak ditiru anak, tetapi supaya orang tua pun terdorong untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadi, jika orang tua ingin anak memiliki masa depan yang cerah, tunjukkanlah teladan hidup yang benar. Biarkan anak melihat sendiri nilai-nilai kehidupan yang benar tersebut melalui perilaku orang tua setiap hari, bukan dari ceramah atau nasihat saja. Bagaimana, tidak terlalu sulit, bukan?

Back to Articles