rematik

Pentingnya Mengenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Rematik

Apakah Anda pernah merasakan sendi terasa kaku dan nyeri setelah lama tidak bergerak? Bisa jadi, hal itu merupakan gejala penyakit rematik (Rheumatoid Arthritis). Selain menimbulkan perasaan tidak nyaman pada saat melakukan aktivitas harian, rematik yang terus berkembang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sendi.

Akibatnya, pergerakan sendi menjadi semakin terbatas, bahkan fungsinya bisa hilang total. Oleh karena itu, Anda sebaiknya mengenali gejala dan penyebab rematik supaya mengetahui cara yang paling efektif untuk mengatasinya.

Baca juga : 10 Tips Pola Hidup Sehat

Gejala Rematik

Gejala rematik bersifat datang dan pergi. Penderita mungkin merasakannya pada waktu-waktu tertentu. Dikutip dari Arthritis Research UK, seseorang yang menderita rematik biasanya akan mengalami gejala umum seperti berikut:

  • Nyeri sendi dan bengkak
  • Rasa kaku pada sendi
  • Merasa lelah, depresi, dan mudah tersinggung
  • Anemia
  • Mengalami gejala seperti flu, antara lain merasa sakit, panas, dan berkeringat

Baca juga : 6 Langkah Mengatasi Stres Secara Alami

Selain itu, penderita juga mungkin akan merasakan satu atau beberapa gejala berikut:

  • Penurunan berat badan
  • Peradangan yang terjadi pada mata
  • Mengalami rheumatoid nodules—benjolan berdaging di bawah siku atau di tangan dan kaki.
  • Meskipun jarang terjadi, ada pembengkakan pada bagian tubuh lain, seperti pada paru-paru, pembuluh darah, dan selaput di sekitar jantung.

Gejala ini bervariasi pada masing-masing orang. Namun, pada umumnya gejala rematik bersifat lambat. Biasanya dimulai dengan rasa tidak nyaman pada jari tangan, serta pergelangan tangan dan kaki. Anda sebaiknya menemui dokter jika sendi terasa bengkak dan sakit pada pagi hari selama lebih dari setengah jam.

Baca juga : Cara Ampuh Mengatasi Sakit Pinggang Sebelah Kiri

Penyebab Rematik

Bagaimana rematik terjadi pada tubuh? Berdasarkan ulasan dari Mayo Clinic, penyakit ini terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang synovium atau lapisan membran yang mengelilingi sendi. Peradangan yang terjadi dapat menebalkan synovium, dan pada akhirnya dapat menghancurkan tulang rawan dan tulang di dalam sendi.

Kemudian, tendon dan ligamen yang menahan sendi akan melemah dan meregang. Sendi pun akan berubah bentuk dan deretan sedikit demi sedikit. Para ahli medis belum menemukan kapan proses ini dimulai, tetapi komponen genetik dianggap memiliki peran yang cukup penting.

Meskipun demikian, ada beberapa faktor lain yang membuat seseorang rentan mengalami rematik, yaitu:

  • Jenis kelamin

Wanita memiliki risiko lebih besar mengidap rematik daripada pria.

  • Usia

Rematik bisa terjadi pada usia berapa pun. Namun, banyak orang mulai mengalaminya pada rentang usia antara 40–60 tahun.

  • Merokok

Kebiasaan buruk ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami rematik.

  • Lingkungan

Paparan dari lingkungan, seperti asbes dan silica, dapat meningkatkan risiko rematik.

  • Obesitas

Kelebihan berat badan juga dapat membuat rematik bertambah parah, terutama wanita yang terdiagnosa penyakit ini pada usia 55 tahun atau lebih muda.

Baca juga : Kenali Gejala Asam Urat Berikut Ini

Cara Mengobati Rematik

Menurut penelitian yang dilakukan American College of Rheumatology, terapi untuk rematik telah berkembang pesat pada 30 tahun terakhir. Perawatan yang tepat dapat membuat para penderita merasa lebih baik dan fungsi sendi mendekati normal. Tujuan pengobatan adalah supaya penderita merasa lebih nyaman dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan.

  • Secara Alami

Perlu diketahui, pengobatan yang dilakukan sesegera mungkin akan memperkecil risiko terjadinya kerusakan permanen pada sendi. Nah, bagi Anda yang menderita rematik, salah satu solusi efektif yang bisa diandalkan adalah Harvest Sanopain, yaitu obat herbal yang mengandung Glucosamine, Chondroitin, dan MSM Complex. Komposisi tersebut dapat membantu meringankan rasa nyeri pada sendi akibat rematik.

  • Dengan Operasi

Menurut Arthritis Foundation, pilihan lainnya adalah melakukan pembedahan. Namun, langkah ini baru akan diambil jika terjadi bahaya permanen yang membatasi fungsi sendi untuk kegiatan sehari-hari dan keleluasaan bergerak.

Nah, demikian ulasan singkat mengenai rematik, baik gejala maupun penyebab, serta cara mengobatinya. Semoga bermanfaat!

Baca juga : 6 Dampak Komplikasi Asam Urat Jika Tidak Segera Diobati

Back to Articles