diet tanpa nasi

Diet Tanpa Nasi, Amankah Bagi Tubuh Anda?

Sebagian orang beranggapan, diet merupakan upaya menurunkan berat badan. Bahkan, ada yang melakukan diet tanpa nasi dalam kurun waktu tertentu demi mendapatkan bobot ideal.

Padahal, diet lebih dari sekadar masalah berat badan melainkan pengaturan pola makan. Selain itu, diet juga berkaitan dengan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Artinya, Anda harus mengatur porsi zat gizi agar seimbang. Menurut Mayo Clinic, diet mesti sesuai kondisi badan dan riwayat kesehatan pelakunya.

Baca juga : 6 Bahan Alami yang Efektif Untuk Menahan Nafsu Makan

Mengapa Banyak Orang Ingin Melakukan Diet?

Siapa yang tidak ingin bertubuh ideal? Kaum perempuan biasanya kerap menjalani diet ketat untuk mendapatkan bentuk badan langsing. Hal itu juga dilakukan pria, meskipun jumlahnya tidak sebanyak wanita.

Lalu, apa saja alasan orang yang melakukan diet? Sebuah artikel kesehatan di situs KidsHealth memaparkan, masing-masing individu memiliki motivasi berbeda. Bisa jadi, mereka menginginkan pola makan sehat. Ada juga yang mengungkapkan ingin tampil percaya diri di depan umum.

KidsHealth pun menjelaskan bahwa sebagian besar remaja sering kali melakukan diet ketat. Mereka merasa harus memperhatikan penampilan supaya terlihat sempurna. Terutama remaja putri, yang ingin cantik dan bertubuh ideal seperti artis idolanya di televisi.

Baca juga : 10 Kebiasaan Penyebab Perut Buncit

Amankah Melakukan Diet Tanpa Nasi?

Nasi merupakan sumber karbohidrat utama sekaligus makanan pokok bagi orang Indonesia. Kandungan protein di dalamnya tergolong rendah. Santapan ini juga rendah serat dan bebas lemak.

Lalu, mengapa banyak orang gemuk karena makan nasi? Hal ini dikarenakan ketika kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih besar ketimbang kalori keluar, sisanya disimpan menjadi cadangan energi. Jika tidak terjadi pembakaran, otomatis kalori tersebut menumpuk dan mengendap menjadi lemak di tubuh.

Padahal, Anda kerap mengonsumsi nasi melebihi porsi yang dianjurkan. Lambat laun, kalori tersimpan bertambah sehingga membuat tubuh makin gemuk. Jadi, kuncinya berat badan ideal adalah kalori masuk harus sama dengan kalori keluar.

Baca juga : Apakah Keturunan Diabetes Lebih Rentan Terkena Diabetes?

Lalu, apakah boleh melakukan diet tanpa nasi? Sebenarnya, pola diet ini tidak berbahaya jika asupan gizi ke dalam tubuh tercukupi. Berarti, Anda harus mengonsumsi makanan berkarbohidrat lain sebagai pengganti nasi yang lebih rendah kalori, tinggi serat, serta mengandung banyak vitamin. Seperti saran menu dari Mayo Clinic, nasi bisa digantikan oleh kentang.

Apakah Hanya Nasi Yang Harus Dijauhi?

Sebetulnya, bukan nasi yang menjadi faktor utama naiknya berat badan. Namun. kelebihan konsumsi karbohidrat yang tidak diimbangi dengan olahraga yang menjadi faktor utamanya. Selain nasi, makanan dengan karbohidrat tinggi yang sangat sering kita jumpai sehari-hari sebagai masyarakat indonesia adalah mie, pasta, pisang, dan makanan manis lainnya.

Baca juga : Mengapa Obat Pelangsing Tidak Efektif Menurunkan Berat Badan?

Apa Saja yang Bisa Dikonsumsi Saat Diet Tanpa Nasi?

Anda serius ingin menjalani diet tanpa nasi? Physicians Committee menyarankan lima sumber makanan berikut ini selama program diet.

  1. Sayuran

Sayuran bisa menjadi menu diet ideal karena rendah kalori, tetapi juga mengandung banyak vitamin. Beberapa jenis sayuran yang dapat dikonsumsi, antara lain kangkung, brokoli, dan wortel. Sebaiknya, sayuran tersebut disantap dalam kondisi mentah atau dibuat salad.

Perlu diketahui bahwa sayuran pun mengandung karbohidrat, meskipun tidak tinggi kadarnya. Hal ini menjadikan sayuran sebagai makanan pengganti nasi yang sangat efektif jika Anda ingin menurunkan berat badan.

  1. Buah

Buah juga bisa dimasukkan ke dalam menu diet. Namun, mengonsumsi buah harus dibarengi dengan makanan lainnya. Hal itu bertujuan menyeimbangkan nutrisi yang masuk ke tubuh Anda.

Physicians Committee menyarankan, setiap orang mengonsumsi 3 porsi buah per hari. Dianjurkan memilih buah yang rendah kalori, tetapi mengandung serat dan vitamin tinggi. Semisal, buah kiwi, blueberry, leci, dan pepaya. Banyak cara mengonsumsi buah tersebut. Salah satunya dengan dibuat jus. Beberapa jus buah yang mengandung serat tinggi, antara lain apel, mangga, dan jeruk.

Selebihnya, Anda juga perlu waspada terhadap konsumsi buah yang berlebihan. Pasalnya, beberapa buah seperti mangga, pisang, dan alpukat mengandung karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi. Jika Anda sedang menurunkan berat badan, sebaiknya batasi konsumsi buah-buahan tinggi kalori tersebut ya!

Baca juga : 6 Kesalahan Diet Yang Sering Dilakukan

  1. Kacang-kacangan

Anda masih memercayai mitos kacang dapat menyebabkan jerawat? Mulai sekarang, buang jauh-jauh keyakinan tersebut. Pasalnya, kacang mampu menurunkan berat badan secara signifikan. Mengapa bisa demikian?

Pertama, kacang mengandung serat tinggi sehingga menjadikan perut cepat kenyang. Pun mampu memperbaiki sistem pencernaan Anda. Kedua, kacang tergolong makanan rendah gula, tetapi kaya nutrisi. Selain itu, leguminosa ini juga mudah dicerna dalam tubuh.

Baca juga : Waspadai 7 Makanan Penyebab Jerawat Berikut Ini!

  1. Biji-bijian

Tambahkan biji-bijian dalam menu diet Anda. Pasalnya, makanan ini kaya akan serat, protein nabati, omega-3, dan zat besi. Physicians Committee menganjurkan untuk mengonsumsi biji-bijian alami atau hasil olahannya. Semisal, roti gandum, bubur beras merah, dan sereal.

  1. Yoghurt

Yoghurt berasal dari susu yang difermentasi dengan bantuan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophiles. Minuman ini mengandung protein tinggi, vitamin B6, B12, kalsium, dan zat besi.

Salah satu manfaat mengonsumsi yoghurt adalah memperbaiki sistem pencernaan, terutama organ usus. Jika Anda minum yoghurt secara rutin, risiko resistensi leptin—hormon obesitas—bisa diatasi.

Namun, Anda harus mencermati kandungan yoghurt sebelum mengonsumsinya. Pasalnya, beberapa yoghurt rendah lemak justru mengandung kalori atau gula tinggi. Kedua senyawa inilah yang bisa menyebabkan kegemukan.

Bio Strath Sebagai Pelengkap Nutrisi Harian

Diet tanpa nasi mungkin bisa dijalankan oleh sebagian orang tanpa mengalami kesulitan dan merasakan efek samping. Namun, sebagian orang terkadang merasa lesu, lemas, dan tidak semangat ketika memulai pola diet ini. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya karbohidrat yang masuk ke tubuh yang biasanya didapat dari nasi.

Meskipun tidak berbahaya dan hanya butuh penyesuaian waktu yang tidak lama, hal ini terkadang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Bio Strath dengan kandungan nutrisi dan vitamin lengkap seperti vitamin B kompleks sangat cocok dikonsumsi bagi Anda yang sedang menjalankan diet tanpa nasi ini.

Vitamin B kompleks dapat membuat tubuh Anda lebih bertenaga ketika menjalani aktifitas harian. Selain itu, Bio Strath juga dapat meningkatkan konsentrasi dan daya tahan tubuh, sangat cocok bagi Anda yang menjalani aktifitas padat setiap harinya.

Baca juga : 10 Pola Hidup Sehat Yang Wajib Anda Terapkan

Itulah pengetahuan seputar diet tanpa nasi yang bisa dijadikan referensi. Sejatinya, gaya hidup sehat, konsistensi, dan pengaturan pola makan yang seimbang, merupakan kunci menjaga berat badan agar tetap ideal. Semoga bermanfaat!

Back to Articles