cara menghitung usia kehamilan

Ketahui Cara Menghitung Usia Kehamilan Agar Persalinan Lancar

Bagi seorang wanita, proses kehamilan adalah pengalaman yang luar biasa dan tak ada duanya, apalagi jika peristiwa tersebut merupakan momen pertama yang dinanti-nantikan. Nah, supaya proses ini berjalan dengan lancar, ada banyak hal yang harus dipelajari oleh seorang calon ibu.

Sebagai permulaan, ibu perlu mengetahui usia kehamilan atau usia janin. Ini terutama berkaitan dengan perawatan serta penanganan janin selanjutnya, bahkan sangat berguna untuk menentukan HPL (Hari Perkiraan Lahir). Meskipun kelahiran bisa terjadi 2 hingga 3 minggu di sekitar tanggal HPL, dengan pengetahuan ini, ibu bisa lebih siap secara fisik maupun mental.

Baca juga : Tahapan Perkembangan Janin

3 Cara Menghitung Usia Kehamilan

Apa saja cara menghitung usia kehamilan yang dianjurkan? Setidaknya, ada tiga metode yang biasa dilakukan, yaitu penghitungan berdasarkan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir), penghitungan berdasarkan hasil USG (Ultrasonography), dan penghitungan berdasarkan tinggi fundus atau bagian atas rahim.

  1. Berdasarkan HPHT

Menghitung usia kehamilan berdasarkan HPHT adalah cara manual yang bisa dilakukan sendiri oleh ibu hamil. HPHT adalah hari pertama pada siklus menstruasi yang terjadi terakhir kali sebelum penghitungan dilakukan. Menurut American Pregnancy Association, cara ini dilakukan karena waktu terjadinya conception atau pembuahan hampir tidak bisa dipastikan.

Pada wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur, pembuahan biasanya terjadi sekitar 11-21 hari setelah hari pertama haid terakhir. Sementara itu, jika siklus menstruasi tidak teratur, akan lebih sulit untuk menentukan waktu terjadinya ovulasi dan pembuahan.

Masalah yang sering terjadi adalah ibu lupa mencatat tanggal HPHT. Akibatnya, ibu hanya dapat memperkirakan waktu tersebut.

Baca juga : Posisi Tidur Ibu Hamil Yang Baik dan Berbahaya Bagi Janin

  1. Menghitung Usia Kehamilan Berdasarkan Hasil USG

Cara menghitung usia kehamilan lainnya adalah dengan mengandalkan hasil USG. Metode ini bisa mulai dilakukan sejak 5–6 minggu setelah terjadinya menstruasi terakhir. Namun, idealnya penghitungan bisa dilakukan pada 8-18 minggu kehamilan. Ketika usia janin bertambah, hasil penghitungan bisa jadi semakin tidak akurat.

USG adalah salah satu cara untuk mengamati kondisi bayi dalam kandungan dengan menggunakan teknologi ultrasonography. Melalui USG, banyak hal yang bisa diketahui. Beberapa di antaranya adalah kantong kehamilan, detak jantung, letak kehamilan, keadaan kehamilan, dan ukuran tubuh janin.

Baca juga : 7 Keluhan Yang Sering Dialami Oleh Ibu Hamil

Nah, ukuran tubuh janin inilah yang dapat digunakan untuk mengetahui usia kehamilan. Salah satu caranya, mengukur embrio dari kepala sampai bokong atau disebut juga Crown Rump Length (CRL). Cara menghitung usia kehamilan yang akurat melalui metode ini harus dilakukan pada 7–13 minggu usia kehamilan.

Cara lainnya adalah dengan mengukur lingkar kepala atau Biparietal Diameter (BPD). Metode ini bisa dilakukan setelah usia  kehamilan mencapai 12 minggu. Umumnya, lingkar kepala janin pada usia 13 minggu sekitar 2,4 cm. Usia kehamilan juga bisa diperkirakan dengan mengetahui Femur Length (FL) atau panjang paha. Umumnya, ukuran panjang paha janin pada usia 14 minggu adalah 1,5 cm.

Baca juga : Vitamin Untuk Ibu Hamil

  1. Cara Menghitung Usia Kehamilan Berdasarkan Tinggi Fundus

Selain kedua cara tersebut, usia kehamilan juga bisa ditentukan dengan mengetahui tinggi fundus. Perkembangan janin dalam kandungan biasanya membuat rahim bertambah besar. Fundus atau bagian atas uterus akan bergerak lebih tinggi sekitar 4 cm atau selebar 2 jari setiap bulan.

Berdasarkan data dari www.open.edu, ketika janin berusia 13–14 minggu, bagian atas uterus biasanya berada di atas tulang pubic ibu. Pada janin berusia 20–22 minggu, bagian atas uterus berada di pusar ibu. Ketika janin berusia 36–40 minggu, bagian atas uterus hampir berada di bawah rusuk ibu.

Pada minggu-minggu sebelum kelahiran, posisi bayi bisa berada lebih rendah. Cara menghitung usia kehamilan dengan metode ini bisa menggunakan jari atau alat ukur khusus.

Tiga metode ini sebaiknya dikombinasikan untuk mengetahui usia kehamilan yang lebih akurat. Dengan mengetahui hal ini, perkembangan janin bisa diamati dan proses persalinan pun dapat berjalan lebih lancar.

Baca juga : Daftar Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil

Back to Articles