sembelit pada anak

Sembelit Pada Anak : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Sembelit atau konstipasi adalah masalah kesehatan yang umum dialami oleh anak, khususnya jika masih berusia di bawah 3 tahun atau sedang dalam masa toilet training. Meskipun termasuk ringan, masalah sembelit cukup mengganggu. Biasanya, anak akan lebih rewel jika mengalami hal ini.

Karena itu, orang tua sebaiknya mengenal gejala sembelit pada anak dan penyebabnya sehingga mengetahui cara yang paling efektif untuk mengatasinya.

Baca juga : Cara Lengkap Mendidik dan Membesarkan Anak

Ciri-Ciri Anak yang Mengalami Sembelit

Apa saja ciri-ciri sembelit pada anak? Orang tua perlu jeli memperhatikan gejala yang terlihat atau ditunjukkan karena anak belum fasih mengungkapkan hal yang dirasakannya. Ada beberapa gejala sembelit yang bisa diamati. Salah satunya, frekuensi buang air besar (BAB) kurang dari 3 kali dalam seminggu. Selain itu, feses cenderung besar, keras, dan susah dikeluarkan. Kadang-kadang, feses hanya keluar sedikit demi sedikit.

Sembelit juga bisa diamati dari postur tubuh anak ketika hendak BAB. Biasanya, anak akan berjinjit lalu kembali memfokuskan berat badan ke bagian tumit. Anak juga akan terlihat “mengepalkan” otot pantatnya. Orang tua atau pengasuh kerap menganggap hal ini hanya sebagai cara anak untuk BAB. Pada kasus lainnya, anak juga bisa merasakan nyeri di bagian perut dan kembung. Selain itu, ada pula gejala yang disebut urinary incontinence. Ini adalah gejala keluarnya air seni tanpa terkendali, baik pada siang maupun malam hari. Urinary incontinence disebabkan oleh adanya tekanan dari kotoran yang ada di kolon pada kantong kemih anak.

Baca juga : Daftar Buah Penyebab Susah BAB

Penyebab Sembelit

Untuk mengatasi sembelit pada anak, orang tua terlebih dahulu harus mengetahui penyebabnya. Secara umum, sembelit terjadi ketika feses bertahan terlalu lama di dalam usus. Dikutip dari National Institute Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, ada beberapa penyebab sembelit pada anak.

  • Mengabaikan Keinginan untuk BAB

Penyebab utama sembelit pada anak adalah adanya kebiasaan mengabaikan keinginan untuk BAB. Ketika anak menahan BAB, usus akan menyerap cairan lebih banyak. Hal ini membuat feses menjadi keras, kering, dan susah keluar.

Lalu, mengapa anak sering menahan BAB? Beberapa penyebabnya adalah merasa stres ketika sedang belajar untuk BAB di toilet, malu menggunakan toilet umum, tidak ingin diganggu dari kegiatan bermain, dan khawatir akan merasa sakit atau tidak nyaman saat BAB.

  • Kurangnya Asupan Makanan Berserat

Penyebab lainnya yang umum menyebabkan sembelit pada anak adalah kurangnya asupan makanan berserat yang masuk ke dalam tubuh. Serat sangat membantu membuat feses tetap lembut sehingga mudah bergerak melewati kolon. Selain itu, cairan seperti jus atau air putih akan membuat serat bekerja lebih baik.

Baca juga : Pentingnya Asupan Vitamin Untuk Perkembangan Otak Anak

  • Obat-obatan

Beberapa jenis obat yang diberikan dokter dapat menyebabkan sembelit pada anak. Beberapa di antaranya adalah antacids yang biasa digunakan untuk menetralkan asam lambung, anticholinergics yang biasa digunakan untuk mengobati kejang otot pada usus, serta beberapa obat yang digunakan untuk menyembuhkan depresi.

  • Masalah Kesehatan

Penyebab sembelit pada anak lainnya adalah masalah kesehatan yang dialami anak. Masalah ini dapat membuat pergerakan feses melalui kolon, rektum, atau anus lebih lambat. Salah satunya, penyakit Hirschsprung. Ini adalah kelainan sejak lahir yang terjadi pada anak.

Penyakit Hirschsprung adalah kurang berfungsinya beberapa sel saraf pada usus besar sehingga tidak ada sinyal yang memberitahu otot untuk mendorong feses. Karena itu, feses tetap bertahan di usus.

Baca juga : Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Cara Efektif Mengatasi Sembelit

Berdasarkan penyebabnya, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi sembelit. Berikut di antaranya:

  • Mengubah Pola Makan

Saat makan, perhatikan asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Mintalah saran ahli profesional mengenai berapa banyak dan apa saja cairan yang harus diminum oleh anak untuk mengatasi sembelit. Selain itu, makanlah lebih banyak buah-buahan, sayur-sayuran, dan makanan tinggi serat lainnya.

Baca juga : Pentingnya Memenuhi Nutrisi Anak Pada Masa Golden Age

  • Mengubah Perilaku

Mengubah pola dan perilaku anak ketika hendak BAB menolong menyembuhkan sembelit. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah mengajak anak untuk BAB setelah makan untuk membangun rutinitas, menggunakan sistem reward jika anak ke toilet secara teratur, dan menghentikan sejenak toilet training hingga masalah sembelit selesai.

Selain diobati, alangkah lebih baik jika sembelit pada anak terlebih dahulu bisa dicegah supaya aktivitasnya setiap hari tetap berjalan dengan normal. Nah, demikian ulasan singkat mengenai sembelit pada anak. Semoga bermanfaat.

Back to Articles