cara mengatasi keputihan saat hamil

Keputihan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Keputihan atau fluor albus merupakan sebuah proses keluarnya cairan dari area kewanitaan. Keputihan saat hamil sebenarnya adalah hal yang normal. Peningkatan kadar estrogen dan meningkatkan aliran darah ke vagina membuat frekuensi dan kadar keputihan semakin meningkat di masa kehamilan.

Baca juga : 7 Keluhan Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Cairan tambahan yang keluar dari leher rahim ini sebenarnya adalah sisa buangan dari rahim dan vagina, bakteri normal dari vagina, dan sel-sel mati dari dinding vagina. Perubahan hormonal tersebut juga dapat mengubah tingkat keasaman area kewanitaan.

Pada beberapa kasus, keputihan yang sangat parah menyebabkan tumbuhnya jamur yang berubah menjadi iritasi. Pada umumnya sekresi pada area kewanitaan yang normal tidak menimbulkan rasa gatal. Sementara itu keputihan yang bersifat abnormal disertai dengan rasa gatal, nyeri, panas dan juga kemerahan, bahkan hingga dibarengi dengan rasa sakit ketika buang air kecil.

Resikonya akan berpengaruh pada tumbuh kembang janin. Bukan hanya itu, lebih lanjut infeksi dapat ditularkan kembai oleh bayi kepada ibu pada masa menyusui yang disebut mastitis atau peradangan pada puting susu dan payudara.

Keputihan Fisiologis dan Patologis

Keputihan saat hamil biasanya terjadi ketika usia kehamilan masih sangat muda dengan gejala hampir mirip dengan penyebab keputihan biasa. Penyebab keputihan yang paling umum adalah masalah kebersihan pada area kewanitaan. Keputihan sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu keputihan fisiologis (normal) dan keputihan patologis (tidak normal).

Pada kondisi keputihan fisiologis (normal), cairan yang dikeluarkan cenderung berwarna bening, tidak berbau, dan tidak menimbulkan rasa gatal.

Berbeda dengan keputihan patologis, cairan yang dikeluarkan akan mengeluarkan bau, menimbulkan rasa gatal pada area kewanitaan, terkadang juga disertai rasa nyeri ketika buang air kecil. Pada beberapa kasus, cairan yang dikeluarkan berwarna kehijauan.

Mungkin anda tertarik untuk membaca : Mengatasi keputihan secara alami

Keputihan pada wanita

Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

Untuk mengatasi keputihan saat hamil, menjaga kebersihan dan higienitas daerah intim menjadi hal yang wajib dilakukan. Berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan daerah intim;

  1. Menghindari pemakaian air yang kotor ketika membasuh area kewanitaan, terutama jika menggunakan toilet umum.
  2. Selalu gunakan pakaian dalam yang berbahan dasar katun. Hindari pemakaian celana dalam yang berbahan dasar sintetis dan ketat.
  3. Batasi penggunaan panty liner pada setiap harinya. Panty liner dapat membuat area kewanitaan menjadi lembab, yang memungkinkan jamur berkembang biak.
  4. Mengonsumsi obat keputihan tradisional
  5. Jangan menggunakan pakaian dalam terlalu lama dan/atau berkali-kali tanpa dicuci.
  6. Bersihkan secara rutin area kewanitaan dengan cara yang benar, yaitu dari depan menuju ke belakang ketika selesai buang air kecil dan besar. Hal ini bisa membantu untuk mengurangi risiko terkena kontaminasi mikroorganisme pada saluran kantung kemih dan juga anus.
  7. Kurangi makanan yang dapat menyebabkan keputihan seperti makanan yang mengandung gula dan kafein.
  8. Keringkan area kewanitaan dengan handuk bersih hingga benar-benar kering setelah habis mandi. Hindari penggunaan tissue basah dan/atau tisu yang mengandung parfum.
  9. Kurangi penggunaan sabun pembersih area kewanitaan. Vagina telah memiliki tingkat keasaman alami. Penggunaan sabun pembersih daerah kewanitaan atas mengganggu keseimbangan kadar asam yang membuat resiko terkena infeksi meningkat.

Selain cara-cara di atas, yang terpenting adalah menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Olahraga teratur, konsumsi makanan cukup gizi dan sehat, serta memperbanyak minum air putih dapat mengurangi risiko terkena keputihan. Semoga membantu!

Baca juga : Posisi Tidur Terbaik Untuk Ibu Hamil Muda

Back to Articles