Cara Lengkap Mendidik dan Membesarkan Anak Sejak Dalam Kandungan

Panduan Lengkap Membesarkan dan Mendidik Anak

I. Peran Penting Orang Tua di 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak

a. Peran Orang Tua Saat Janin Dalam Kandungan
b. Hal-Hal Yang Harus Anda Lakukan Ketika Anak Masih Dalam Kandungan
c. Cara Merawat Bayi Baru Lahir

d. Memantau Perkembangan Anak Usia 0-2 tahun

II. Metode Mendidik Anak

a. 4 Macam Pola Asuh Orang Tua
b. 3 Pola Mendisiplinkan Anak

III. Perkembangan Psikologis Anak

a. Pendidikan Karakter
b. Dampak Positif dan Negatif Internet Terhadap Pertumbuhan Anak
c. Menjaga Quality Time Bersama Anak

Cara Lengkap Mendidik dan Membesarkan Anak Sejak Kecil

Menjadi orang tua merupakan tugas yang sangat berat. Ada berbagai kewajiban yang harus dipenuhi, terutama terhadap anak. Orang tua berkewajiban untuk memenuhi berbagai kebutuhan anak. Tidak kalah pentingnya, orang tua juga harus bisa mendidik anak menjadi pribadi yang baik dan bisa bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negara.

Hanya saja, tidak semua orang bisa menjadi orang tua yang baik. Orang tua yang mampu mendidik anaknya dengan cara yang benar. Tidak jarang, seorang anak berkembang menjadi pribadi yang sering membangkang setiap omongan orang tua alias anak durhaka. Hal seperti ini, tentu merupakan kejadian yang tidak diinginkan oleh semua orang.

Hal tersebut tentu tidak diinginkan oleh setiap orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus memiliki perencanaan yang jelas dalam cara mendidik anak. Mulai dari ketika anak masih dalam kandungan, usia balita, hingga anak mulai memasuki usia remaja. Semuanya harus dilakukan secara bertahap dan hati-hati.

I. Peran Penting Orang Tua di 1.000 HPK Anak

1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK) anak merupakan fase yang penting dalam perkembangan bayi. Perhitungannya dimulai sejak bayi dalam kandungan hingga memasuki usia 2 tahun. Dalam masa ini, orang tua harus bertindak yang sigap dan hati-hati. Tidak hanya untuk bunda, tapi juga bagi para ayah.

Dalam situs resminya, UNICEF menuliskan betapa pentingnya 1.000 HPK. Fase ini merupakan fondasi yang paling penting dalam perkembangan tubuh, kesehatan, serta otak anak. Hanya saja, tidak jarang fase penting ini dilewatkan begitu saja oleh para orang tua. Terutama, di lingkungan negara-negara miskin dan berkembang.

Cara Lengkap Mendidik dan Membesarkan Anak Sejak Janin

a. Peran Orang Tua saat Janin dalam Kandungan

Tahap pertama dalam 1.000 HPK adalah masa 9 bulan atau 270 hari saat bayi dalam kandungan. Pada fase ini, orang tua perlu memberikan asupan nutrisi yang cukup. Tujuannya, agar bayi bisa berkembang secara sempurna.

Pada tahap ini, orang tua bisa memonitor pertumbuhan bayi per trimester. Mulai dari trimester pertama, hingga trimester ketiga. Berikut ini adalah fase perkembangan janin pada tiga trimester tersebut:

  • Trimester pertama

Trimester pertama menjadi fase pembentukan organ penting pada janin. Pembentukan organ tersebut bermula dari zigot yang kemudian menjadi morula – sekumpulan sel yang berbentuk mirip buah rasberi. Morula ini kemudian berkembang dan membentuk berbagai organ penting.

Baca juga : Keputihan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Beberapa organ yang muncul pada tahap trimester pertama antaralain adalah mata, tenggorokan, tulang, sumsum tulang belakang, otak, jantung, sistem peredaran darah, hati, tangan, ataupun kaki. Hanya saja, pada tahap ini jenis kelamin janin masih belum tampak, meskipun telah dilakukan pemeriksaan lewat USG.

  • Trimester kedua

Pada tahap ini, organ-organ pada janin akan mulai bekerja. Bahkan, detak jantung pada janin bisa secara langsung dirasakan. Bagi para orang tua yang ingin mengetahui jenis kelamin bayinya, trimester kedua merupakan waktu yang tepat. Alat kelamin pada janin sudah bisa dilihat secara jelas.

Selain itu, perkembangan janin pada trimester kedua bisa diketahui dengan aktifnya kerja organ. Tubuh bayi juga bisa dilihat secara lebih jelas. Mulai dari bagian punggung, bahu, dan bahkan rambut. Selain itu, pada fase perkembangan bayi ini, janin juga akan mulai bergerak.

Hal yang tidak kalah pentingnya, fase perkembangan janin pada trimester kedua juga memungkinkan mereka untuk menanggapi rangsangan. Orang tua bisa membisikkan kata-kata kepada janin dan hal tersebut selanjutnya akan direspons dengan peningkatan denyut nadi.

Baca juga : Pilihan Olahraga Untuk Ibu Hamil

  • Trimester ketiga

Pada trimester terakhir ini, perkembangan bayi terjadi sangat pesat. Organ-organ tubuh terbentuk secara lengkap. Panca indra bayi juga mulai bekerja. Mereka pun bisa menanggapi berbagai hal, termasuk di antaranya adalah suara, cahaya, ataupun sentuhan.

Pada fase perkembangan janin ini, pergerakannya juga bakal semakin aktif. Tidak heran kalau seorang ibu akan banyak merasakan bayi dalam kandungannya yang terus-menerus menendang. Selain itu, cadangan lemak pada janin juga terus bertambah.

Saat menjelang kelahiran, bayi akan melakukan pergantian posisi. Kepalanya akan beralih mengarah ke bawah. Sementara itu, posisi tubuh bertempat di panggul ibu.

Lalu, bagaimana cara seorang ibu dan ayah dalam menangani fase perkembangan bayi saat dalam kandungan?

b. Hal-Hal Yang Harus Anda Lakukan Ketika Anak Masih Dalam Kandungan

  • Memberikan nutrisi yang cukup

Seorang ibu hamil perlu makan makanan yang bergizi. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan perkembangan janin saat 1.000 HPK. Makanan yang dikonsumsi harus memiliki kandungan berbagai nutrisi seperti zat besi, kolin, vitamin A, B6, dan B12, protein, ataupun folat.

Berbagai nutrisi tersebut berpengaruh terhadap perkembangan bayi selama dalam kandungan. Misalnya, zat besi berguna untuk meningkatkan perkembangan otak anak. Dengan asupan zat besi yang cukup, perkembangan otak pada janin bisa optimal.

Baca juga : 7 Mitos Operasi Caesar

Oleh karena itu, seorang ibu hamil perlu menjaga pola makannya secara cermat. Dengan begitu, kesehatan ibu dan janin pun bisa terjaga. Beberapa jenis makanan yang perlu dikonsumsi oleh ibu hamil antara lain adalah, telur, berbagai olahan susu, daging, ikan, kacang-kacangan, serta sayuran berwarna hijau.

  • Sering mengajak janin berkomunikasi

Peran berikutnya adalah mengajak anak berkomunikasi. Terutama, ketika janin berusia antara 18-20 minggu atau trimester kedua. Seperti yang telah disebutkan, pada fase perkembangan janin ini, bayi sudah bisa mulai merespons setiap kejadian yang ada di sekitarnya. Meski, respons yang mereka tunjukkan sangat sederhana.

Komunikasi pun bisa dilakukan dengan berbagai cara. Anda bisa mengajak anak bicara hal-hal yang positif. Selain itu, tidak ada salahnya juga untuk mengajak anak mendengarkan musik, terutama musik klasik. Menurut hasil penelitian, mendengarkan musik klasik memberikan dampak yang bagus bagi perkembangan otak anak.

Baca juga : Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil

  • Menghindarkan janin dari paparan asap rokok

Berbagai hasil penelitian mengungkapkan dampak negatif dari paparan asap rokok terhadap janin. Oleh karena itu, ibu hamil harus menjauhkan dirinya dari asap rokok. Seorang ayah juga punya peran penting dalam hal ini. Terutama menjaga agar ibu hamil bisa tetap terjaga dari paparan asap rokok.

Sebagai informasi, perkembangan janin dalam kandungan bisa mengalami gangguan serius kalau sering terpapar asap rokok. Gangguan tersebut antara lain adalah lahir dalam kondisi cacat, prematur, kerusakan organ, masalah pernapasan, hingga bayi lahir mati. Mengerikan, bukan?

Cara Mendidik Anak Yang Baru Lahir

c. Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Setelah bayi lahir, tugas orang tua menjadi lebih berat. Mereka harus mengerti cara merawat bayi yang baru lahir dengan benar. Tahap pertama yang tidak boleh terlewat adalah Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Selanjutnya, orang tua pun harus memperhatikan kondisi bayi setelah proses kelahiran.

IMD untuk Bayi Baru Lahir

IMD dilakukan dengan menempatkan bayi baru lahir di perut atau dada ibu. Selanjutnya, bayi tersebut akan berusaha untuk menuju ke puting ibu untuk menyusu. Menurut World Health Organizations (WHO), proses IMD sebaiknya dilakukan dalam waktu 1 jam pertama kehidupan setelah bayi lahir.

Baca juga : Rahasia Bayi Sehat & Cerdas

Ada 7 manfaat yang bisa didapatkan dari proses IMD ini, yakni:

  • Bayi berkesempatan memperoleh kolostrum – tetes air susu ibu (ASI) berwarna kuning yang pertama kali keluar dari puting ibu. Jumlahnya tidak banyak, sekitar satu sendok. Cairan ini sangat penting bagi bayi, karena berfungsi membantu pencegahan penyakit dan punya nutrisi tinggi.
  • IMD menjadi tahap awal untuk menunjang keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Terutama pada jangka 4 bulan berikutnya. ASI Eksklusif merupakan proses pemberian ASI kepada bayi selama usia 0-6 bulan. Dalam rentang waktu tersebut, bayi tidak diberikan asupan selain asi, baik berupa makanan ataupun minuman.
  • Membangun keintiman ibu dan bayi. Hal ini terjadi berkat adanya kontak skin-to-skin sesaat bayi tersebut lahir kedunia. Di waktu yang sama, proses IMD ini juga berfungsi untuk membuat suhu bayi tetap hangat.
  • IMD juga terbukti dapat mengurangi risiko kematian bayi. Terutama, karena adanya hubungan kontak skin-to-skin dan konsumsi kolostrum ASI. Keduanya masing-masing berguna untuk menghindarkan bayi dari hipotermi (kedinginan) dan mencegah penyakit.
  • Bayi yang melalui proses IMD juga relatif lebih tenang dan tidak banyak menangis. Di waktu yang sama, IMD juga berperan dalam rangka penstabilan napas bayi.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh bayi saat berusia antara 0-1 tahun.
  • Tidak hanya berguna bagi bayi, IMD juga dapat mempercepat proses pemulihan ibu setelah persalinan.

Dengan beragam manfaat tersebut, orang tua pun harus mengusahakan agar bayi yang baru lahir menjalani proses ini. Oleh karena itu, melakukan perencanaan proses persalinan menjadi hal yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Utamanya, dalam memilih lokasi rumah sakit tempat bersalin.

Orang tua harus memastikan kalau rumah sakit yang dipilih adalah rumah sakit yang mendukung kebijakan IMD untuk bayi. Hal ini bisa dilakukan dengan menanyakan secara langsung kepada pihak rumah sakit. Jangan sampai, gara-gara keteledoran dalam memilih rumah sakit, anak kehilangan haknya untuk memperoleh IMD.
Cara Mendidik Anak Yang Baru Lahir - MPASI

ASI Eksklusif untuk Bayi usia 0-6 Bulan

Setelah proses persalinan terlewati dan bayi menjalani proses IMD, peran orang tua masih terus berlanjut. Terutama dalam memprogram ASI Eksklusif selama bayi berusia 0-6 bulan dan pemberian ASI hingga anak usia 2 tahun.

Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan kepada bayi pun bakal memberikan manfaat yang besar. Tidak hanya bagi anak, tapi juga kepada ibu.

Berikut ini 11 manfaat yang bisa diperoleh dengan program ASI Eksklusif:

  1. ASI bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. ASI mampu melakukan hal tersebut karena memiliki kandungan antibodi yang tinggi. Hal ini membantu si kecil dalam melawan serangan bakteri dan virus.
  2. Program ASI Eksklusif juga terbukti mampu meningkatkan kecerdasan anak. Para ahli mengungkapkan, kandungan asam lemak pada ASI punya peran penting dalam perkembangan otak si kecil.
  3. ASI juga membuat si kecil memiliki berat badan yang ideal. Seperti yang dikemukakan oleh para ahli, ASI memiliki manfaat lebih besar dibanding susu formula. Meski memiliki asam lemak yang lebih sedikit, tapi ASI punya kandungan hormon lepton lebih banyak yang berperan mengatur metabolisme lemak dan nafsu makan.
  4. ASI memiliki peran dalam penguatan tulang pada bayi yang baru lahir. Para ahli mengungkapkan, bayi yang secara eksklusif memperoleh asupan ASI selama 3 bulan atau lebih, memiliki struktur tulang belakang dan leher yang lebih kuat.
  5. Membuat bayi merasa lebih aman dan jarang menangis. Hal ini memungkinkan karena adanya kontak skin-to-skin yang terjadi saat ibu menyusui. Di waktu yang sama, hal ini juga membuat hubungan batin antara ibu dan bayi jadi lebih kuat.
  6. ASI Eksklusif mencegah SIDS (sudden infant death syndrome). Kasus ini memang cukup langka, tapi menjadi penyebab meninggalnya bayi yang berusia antara 1 hingga 12 bulan. Fenomena ini biasanya terjadi saat bayi dalam kondisi tidur.
  7. Membuat tubuh ibu lebih langsing. Hal ini bisa terjadi karena menyusui merupakan aktivitas membakar kalori dalam jumlah besar. Rata-rata, ibu yang menyusui menghabiskan sebanyak 500 kalori per hari.
  8. ASI Eksklusif juga bisa berperan sebagai alat KB alami. Alasannya, karena menyusui bisa menghambat terjadinya ovulasi.
  9. Menyusui bayi yang baru lahir juga bisa menjadi sarana pelepas stres bagi para ibu. Saat menyusui, tubuh ibu akan memproduksi hormon oksitoksin yang menimbulkan rasa relaks.
  10. Menurunkan risiko penyakit kanker ovarium dan payudara pada ibu. Bahkan, semakin lama durasi menyusui yang dilakukan, semakin besar pula penurunan risiko kedua penyakit tersebut.
  11. Aktivitas ASI eksklusif selama 6 bulan juga memberi keuntungan finansial bagi orang tua. Dengan memberikan ASI kepada bayi, orang tua pun tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan seperti, membeli susu formula dan botol bayi.


Makanan Pendamping ASI untuk Bayi Usia 6-24 Bulan

Setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan, orang tua pun sudah bisa memberikan beberapa makanan pendamping. Namun, pemberian ASI masih bisa dilanjutkan hingga bayi berusia 24 bulan atau 2 tahun.

Saat bayi berusia 6 bulan, mereka memiliki kemampuan untuk mengonsumsi berbagai makanan. Hanya saja, orang tua perlu memperhatikan pola makan si kecil dengan memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat. Tidak hanya dari jenis, tapi juga pengolahannya.

Baca juga : Nutrisi Penting yang Harus Diperhatikan Ibu Menyusui

Misalnya, untuk bayi berusia 6 bulan, MPASI yang tepat adalah buah atau sayur yang dihaluskan. Kalau mereka sudah terbiasa dengan sayur dan buah, orang tua bisa memberikan alternatif lainnya, seperti telur, daging ayam, roti, atau ikan.

Sementara itu, bayi berusia 8-9 bulan sudah mulai bisa mengunyah. MPASI yang disajikan pun bisa menyesuaikan. Alih-alih dihaluskan menjadi bubur, makanan tersebut bisa dipotong kecil-kecil. Variasi makanan juga bisa diperbanyak. Tujuannya, agar asupan nutrisi untuk bayi bisa lebih lengkap.

Dengan beragam manfaat tersebut, memberikan ASI secara eksklusif tentu menjadi hal yang sayang dilewatkan. Hanya saja, terkadang ada beberapa permasalahan yang menghambat pemberian ASI Eksklusif. Masalah yang paling sering adalah, produksi ASI yang sedikit.

Untuk mengatasi masalah yang satu ini, seorang ibu harus mengatur pola makan yang sesuai. Dengan asupan makanan yang tepat, ASI bisa dibuat lebih lancar. Bahkan, kualitas ASI yang dikeluarkan pun bakal bakal lebih baik. Apa saja makanan yang dapat dikonsumsi untuk memperlancar ASI dan meningkatkan kualitasnya?

Meningkatkan Kualitas ASI

10 Jenis Makanan untuk Memperlancar dan Meningkatkan Kualitas ASI

  • Roti gandum

Roti gandum memiliki kandungan folat dan zat besi yang tinggi. Folat berguna untuk perkembangan bayi, baik saat di dalam janin ataupun setelah kelahiran. Sementara itu, zat besi pada makanan ini bisa memperlancar produksi ASI.

  • Bayam

Bayam menjadi jenis makanan berikutnya yang memiliki fungsi memperlancar ASI. Alasannya sama seperti roti gandum, karena tingginya kandungan zat besi pada sayuran ini.

  • Edamame

Edamame atau kedelai Jepang bisa menjadi alternatif berikutnya untuk meningkatkan produksi ASI. Makanan yang satu ini memiliki kandungan protein tinggi yang berguna untuk proses pelancaran tersebut.

  • Pepaya

Kalium menjadi nutrisi yang penting bagi tubuh. Saat kekurangan kalium, seorang ibu menyusui bakal cepat lelah dan stres. Hal ini pun bakal berdampak pada produksi ASI.

Untuk mengatasi hal ini, konsumsi pepaya merupakan hal yang tepat. Apalagi, pepaya memiliki kandungan kalium yang tinggi. Bahkan, kandungan kalium pada pepaya lebih banyak 50% dibandingkan jeruk.

  • Ikan salmon

Kandungan DHA pada daging ikan salmon memberikan dampak yang positif terhadap kualitas ASI. Sebagai catatan, setiap ASI secara alami memang mengandung DHA. Namun, seorang ibu yang mengonsumsi ikan salmon memiliki ASI dengan kandungan DHA lebih tinggi dibandingkan ibu yang tidak mengonsumsi makanan ini.

Hanya saja, konsumsi daging ikan salmon oleh ibu menyusui harus dilakukan dalam kadar tertentu. Alasan utamanya adalah kandungan merkuri yang ada pada tubuh ikan salmon. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat merekomendasikan konsumsi ikan salmon maksimal 12 ons per minggu.

  • Olahan susu rendah lemak

Produk susu yang rendah lemak memiliki fungsi yang baik untuk ibu menyusui. Makanan ini punya banyak nutrisi, mulai dari protein, vitamin B, hingga kalsium. Seorang ibu menyusui bisa membiasakan untuk minum 3 cangkir susu per hari untuk memperoleh manfaat terbaik.

  • Telur

Berbeda dengan ikan salmon, telur menjadi sumber DHA yang bisa dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak. Ibu menyusui bisa memilih untuk memasukkan menu telur dalam setiap sesi sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Apalagi, telur juga punya kandungan protein yang tinggi.

  • Buah jeruk

Buah jeruk menjadi makanan berikutnya yang harus dikonsumsi oleh ibu menyusui kalau ingin ASI lancar dan berkualitas. Buah yang satu ini memang punya kandungan nutrisi yang banyak. Terutama, kandungan vitamin C yang berguna untuk meningkatkan energi. Apalagi, seorang ibu menyusui butuh asupan vitamin C yang banyak.

  • Kacang hijau

Mengonsumsi kacang hijau juga memiliki efek yang bagus bagi para ibu hamil. Kacang hijau mengandung banyak nutrisi, termasuk di antaranya adalah protein, magnesium, fosfor, zat besi, vitamin B1, mangan, folat, serta kalium. Berbagai nutrisi tersebut berguna untuk ibu hamil. Termasuk di antaranya adalah sebagai sumber energi serta pemicu hormon oksitosin yang berguna memperlancar ASI.

  • Semangka

Terakhir, seorang ibu menyusui juga memerlukan konsumsi buah semangka yang rutin. Buah yang satu ini punya kandungan air dan vitamin A yang tinggi. Hal ini mencegah terjadinya dehidrasi selama aktivitas menyusui.

Jika diperlukan, Ibu yang sedang menyusui juga dapat menggunakan vitamin Bio Strath yang mengandung 61 nutrisi penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi sehari-harinya.

Cara Menidurkan Anak

Tidur Nyenyak, Faktor Penting Dalam Perkembangan Bayi

Kalau orang tua sudah memperhatikan masalah ASI dan nutrisi untuk ibu hamil, maka selanjutnya adalah menjaga pola tidur bayi. Apalagi, tidur merupakan faktor yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang si kecil.

Para ahli menyarankan kepada orang tua untuk bisa membuat bayi tidur yang nyenyak. Hal ini dapat merangsang perkembangan otak secara maksimal. Oleh karena itu, kalau ingin memiliki anak yang pintar, rawatlah bayi dengan baik sehingga bisa tidur nyenyak.

Dalam tidur, tubuh bayi mengeluarkan 75% hormon pertumbuhan yang erat dengan perkembangannya. Hormon pertumbuhan ini selanjutnya berperan untuk merangsang tumbuh kembang otak serta metabolisme tubuh. Tidak hanya itu, pertumbuhan tulang juga bergantung pada hormon ini.

Lalu, bagaimana kalau bayi kurang tidur? Ada banyak gangguan yang bisa dialami oleh si kecil. Termasuk di antaranya adalah rendahnya daya tahan tubuh, menurunnya kandungan sel darah putih, serta kemampuan berpikir bayi yang rendah. Hal ini pun selanjutnya berdampak pada bayi yang sering rewel.

Oleh karena itu, cara merawat bayi agar bisa tidur nyenyak merupakan tugas yang sangat penting bagi orang tua. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini, yakni:

  • Mengatur jadwal menyusui

Cara pertama untuk membuat bayi bisa tidur dengan nyenyak adalah dengan mengatur pola menyusui. Pola yang tepat adalah dengan memilih waktu menyusui sebelum bayi tidur dan sesaat setelah bangun. Dengan melakukan hal ini, bayi bisa tidur nyenyak tanpa terganggu rasa lapar.

Hal yang perlu dihindari para orang tua adalah membangunkan bayi karena ingin menyusuinya. Secara natural, bayi bisa bangun tidur kalau mereka lapar, mengompol, atau buang air besar.

  • Mengatur suhu dan penerangan ruang tidur bayi

Bayi bisa tidur nyenyak kalau mereka merasa nyaman. Oleh karena itu, orang tua perlu mengatur agar lingkungan tempat tidur bayi mendukung hal tersebut. Salah satunya dengan melakukan pengaturan terhadap pencahayaan dan suhu.

Saat menjelang tidur, usahakan untuk mematikan lampu atau menggunakan lampu temaram. Hal ini akan membuat si kecil lebih cepat mengantuk. Selanjutnya, usahakan suhu ruangan tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin. Kalau menggunakan pendingin ruangan, usahakan suhu tidak melebihi 26 derajat Celcius.

  • Ciptakan pola tidur untuk bayi

Orang tua juga perlu mengatur pola pola tidur bayi agar mereka terlelap. Salah satunya adalah dengan membantu bayi memahami waktu. Misalnya, siang adalah waktunya makan dan malam merupakan saat istirahat.

  • Kenakan pakaian bayi yang nyaman

Kenyamanan tidur bayi tidak hanya ditentukan dengan suhu dan pencahayaan ruangan. Pakaian yang dikenakan juga tidak kalah pentingnya. Usahakan, bayi mengenakan pakaian yang nyaman, misalnya pakaian berbahan katun.

  • Merebahkan bayi di tangan ibu

Secara khusus, ibu memiliki kedekatan batin yang erat dengan bayi. Oleh karena itu, sentuhan saat menjelang tidur memberikan rasa nyaman kepada mereka.

  • Menyapa bayi saat terbangun

Saat bayi bangun, orang tua harus selalu siap untuk menyambut di hadapannya. Sapa si kecil dengan senyuman dan ajak dia untuk tidur kembali dengan menepuk punggungnya dengan lembut.

Cara Memandikan Bayi

Memandikan Anak dengan Cermat, Kemampuan Wajib Setiap Orang Tua

Kemampuan lain yang harus dimiliki oleh setiap orang tua adalah cara memandikan bayi yang benar. Bagi bayi, mandi tidak hanya harus bersih. Namun, juga harus dilakukan dengan hati-hati. Terutama bagi para orang tua yang berhadapan dengan bayi baru lahir.

Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan saat memandikan si kecil. Mulai dari ukuran bak mandi, suhu air hangat, jenis sabun, hingga cara memandikan. Tidak ada salahnya, seorang ibu meminta bantuan kepada orang yang telah berpengalaman.

Metode Parenting Indonesia

d. Monitoring Perkembangan anak di Usia 0-2 Tahun

1.000 HPK merupakan masa terpenting dalam perkembangan anak. Di fase ini, anak mengalami perubahan bentuk tubuh, jaringan pembentuk tubuh, ataupun jumlah sel secara pesat. Oleh karena itu, orang tua perlu melakukan monitoring untuk mengetahui seberapa besar perkembangan tersebut. Di waktu yang sama, monitoring juga dilakukan untuk menilai ada tidaknya gangguan pada perkembangan mereka.

  • Penglihatan

Bayi sudah bisa melihat saat baru lahir. Hanya saja, kemampuan tersebut masih sangat terbatas. Hanya pada jarak pandang antara 19,6 cm hingga 29,4 cm. Di masa ini, bayi mampu mengenali wajah ibunya saat menyusui. Kemampuan ini pun terus berkembang, hingga usia 6 minggu saat bayi bisa mengenali benda-benda di sekitarnya.

Di usia 3-5 bulan, bayi memiliki kemampuan melihat yang lebih baik. Di fase ini, orang tua bisa mengatur kamar bayi dengan pewarnaan yang ceria. Hal ini akan membantu kemampuan penglihatan si kecil.

Di usia 15 hingga 18 bulan, kemampuan melihat seorang bayi baru lahir sudah pada tahap yang sempurna. Mereka pun bisa melihat seperti layaknya kemampuan penglihatan orang dewasa. Di masa ini, orang tua perlu melakukan stimulasi untuk merangsang kemampuan bayi dalam koordinasi gerakan mata dan tangan.

  • Pendengaran

Seperti halnya penglihatan, kemampuan mendengar bayi baru lahir masih sangat terbatas. Mereka hanya mampu mengenali suara ribut yang bakal mengganggu tidurnya. Sesekali, saat berada di usia 0-3 bulan, bayi mengeluarkan respons kecil seperti “aah” atau “cooo”.

Di usia 4-6 bulan, orang tua harus memperhatikan cara merawat bayi dengan benar. Apalagi, pada masa ini bayi memiliki ketertarikan terhadap suara-suara di sekitarnya. Mereka pun kerap memberi respons senyum ketika ada orang bicara di hadapannya. Bayi juga senang dengan mainan yang mengeluarkan suara saat berusia 4-6 bulan.

Di usia 7-10 bulan, bayi sudah punya kemampuan untuk mengerti berbagai kata. Termasuk di antaranya adalah “ayah”, “ibu”, “bunda”, “papa”, “ya”, dan sebagainya. Selanjutnya, di usia 11-12 bulan, bayi memiliki pendengaran yang sempurna. Memungkinkan mereka untuk mengerti lebih banyak kata. Mereka pun bisa memperlihatkan respons dengan menunjuk benda-benda tertentu.

  • Kemampuan berjalan

Kemampuan berjalan bayi baru lahir dilakukan secara bertahap. Dimulai dari usia 4-7 bulan, saat bayi sudah mulai duduk. Di masa ini, orang tua bisa memberikan stimulasi dengan sering mengajak bayi bermain.

Di usia 7-9 bulan, bayi akan bergerak lebih aktif. Mereka sudah mulai bisa merangkak. Pada rentang usia ini, orang tua juga bisa mulai mendorong anak untuk berdiri sendiri. Misalnya, dengan membantu menarik tubuh bayi saat mereka bersiap untuk berdiri.

Di usia 9-12 bulan, merupakan momen yang krusial bagi bayi baru lahir. Di momen ini, anak memiliki tubuh yang kuat. Banyak bayi yang mulai menjejakkan kaki pertamanya di rentang usia ini.

Gangguan yang Perlu Diperhatikan Dalam Masa Perkembangan anak

Pada usia 0-2 tahun, orang tua juga harus memperhatikan kemungkinan terjadinya gangguan pada anak. Ada beberapa jenis gangguan perkembangan anak yang perlu diketahui oleh orang tua. Misalnya, gangguan kemampuan bicara, gangguan gerakan motorik, anak sulit makan, gangguan kognitif, ataupun gangguan sosio-emosional.

Baca juga : Cara Mengatasi Anak Terlambat Bicara

Cara Mendidik Anak - 4 Macam Pola Asuh

II. Cara Mendidik Anak yang Benar

Merawat anak tidak hanya sekadar membesarkan dan memberikan fasilitas yang lengkap. Orang tua juga harus melengkapinya dengan cara mendidik anak yang benar. Hal ini sangat penting karena berpengaruh besar terhadap karakter anak saat mereka besar.

Secara umum, tidak ada cara mendidik anak yang paling benar secara mutlak. Namun, orang tua memiliki metode mendidik yang bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Sebagai pertimbangan, terdapat 4 pola asuh anak yang bisa diterapkan di dalam keluarga

4 Macam Pola Asuh Orang Tua

  • Autoritharian

Autoritharian merupakan cara mendidik anak yang sangat tegas. Orang tua memiliki kontrol penuh atas segala tindak-tanduk anak. Kalau anak tidak melakukan seperti yang telah diperintahkan, akan ada hukuman yang diterima. Mayoritas, orang tua autoritharian memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap anaknya.

  • Autoritative

Orang tua yang autoritative memiliki pola asuh yang mirip dengan autoritharian. Hanya saja, mereka mampu mengomunikasikannya dengan baik kepada anak. Mereka juga bersikap lebih responsif terhadap anak.

Orang tua autoritative juga punya ekspektasi tinggi seperti autoritharian. Namun, mereka mendidik anak dengan memberi kebebasan kepada anak dalam berekspresi. Hal ini membuat mereka memiliki kemampuan untuk hidup mandiri saat dewasa. Banyak pandangan di luar sana berpendapat bahwa cara mendidik anak dengan pola asuh seperti ini adalah yang terbaik.

  • Permissive

Berbanding terbalik dengan autoritharian dan autoritative, orang tua permissive punya cara mendidik anak dengan memiliki ekspektasi rendah terhadap anak. Mereka memiliki kecenderungan untuk menerima anak apa adanya. Dalam kesehariannya, orang tua permissive bersikap hangat kepada anak dan memberi kebebasan untuk mengatur dirinya.

Meski cenderung anak apa adanya, orang tua permissive juga punya keinginan. Biasanya, mereka menginginkan anak punya hal yang tidak mereka miliki semasa kecil. Misalnya, ketika kecil orang tua dibesarkan dengan cara yang keras. Oleh karena itu, mereka pun memperlakukan anaknya dengan cara berbeda dan menempatkan dirinya sebagai teman anak.

  • Neglectful

Orang tua neglectful punya kecenderungan memberikan kebebasan secara ekstrem kepada anak. Di satu sisi, mereka tidak menuntut apapun kepada anak. Sebaliknya, mereka juga tidak memberikan apa-apa kepada anak.

Di samping 4 metode cara mendidik anak tersebut, orang tua juga harus tahu cara mendisiplinkan anak.

3 Faktor Penting Mendisiplinkan Anak

  • Firm

Cara orang tua dalam mendidik anak agar disiplin bisa dilakukan dengan ketegasan. Orang tua bisa menjelaskan bahwa setiap perilaku pasti ada konsekuensinya. Hal ini pun harus bisa dimengerti oleh anak, sehingga mereka bisa menjaga sikapnya di kehidupan sehari-hari.

  • Fair

Keadilan juga harus menjadi sikap yang ditanamkan kepada anak biar mereka terbiasa disiplin. Keadilan dalam mendidik anak bisa diterapkan dalam berbagai hal. Termasuk di antaranya adalah terkait punishment and reward.

Saat anak melakukan kesalahan, konsekuensi yang sebelumnya telah dijelaskan harus diterapkan. Namun, jangan memberikan hukuman yang berat, perilaku yang kasar bukanlah cara mendidik anak yang baik dan efektif. Cukup dengan hukuman yang ringan, misalnya tidak boleh bermain dalam durasi waktu tertentu.

Sama halnya ketika anak berlaku baik. Untuk mengefektifkan cara mendidik anak yang baik, pemberian hadiah merupakan sebuah keharusan. Dengan begitu, anak akan merasa kalau mereka tidak hanya memperoleh hukuman kalau salah, tapi mendapat hadiah saat bertindak baik.

  • Friendly

Terakhir, cara mendidik anak agar disiplin adalah dengan melakukan komunikasi yang menyenangkan. Dengan komunikasi yang baik dan menyenangkan, anak pun bisa mengingat setiap tindakan yang buruk akan memperoleh konsekuensinya dan perilaku baik bakal mendapatkan pujian serta hadiah.

Perkembangan Psikologis Anak

III. Perkembangan Psikologis Anak

Di dunia yang modern ini, selain cara mendidik anak yang baik; sangatlah penting bagi orang tua untuk turut serta dalam menjaga kesehatan psikologi anak sejak usia dini. Banyak sekali  value kehidupan yang perlu anda ajarkan agar anak siap untuk berhadapan dengan kehidupan diluar sana saat ia beranjak dewasa. Lembaga pendidikan pun berkontribusi pada penanaman nilai yang baik untuk perkembangan psikologis anak.

Baca juga : Tips Membesarkan Anak di Jaman Modern

Kemajuan teknologi yang mendorong era dunia digital pun dapat berdampak positif pada kesehatan psikologis anai. Sebagai contoh, orang tua dapat membacakan dongeng atau cerita yang bermoral positif pada anak anda dengan menggunakan tablet/ ponsel. Kewajiban anda adalah untuk memberitahukan tentang mana yang baik dan yang buruk untuk dilakukan olehnya.

Terlepas dari faktor-faktor eksternal lainnya, seorang anak terbiasa untuk menyontoh apa yang orang disekitarnya lakukan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi anda sendiri untuk menjadi role model yang baik untuk anak anda dengan menyontohkan kebiasaan-kebiasaan dan perilaku baik pada aktivitas anda sehari-hari.

Pendidikan Karakter : Bagian Penting Dalam Proses Mendidik Anak

Selain cara mendidik anak, orang tua harus menanamkan karakter yang kuat kepada anak. Apalagi, saat ini Pemerintah Indonesia menggalakkan program pendidikan karakter yang bertujuan untuk menanamkan sifat-sifat yang positif. Dengan pendidikan yang berkarakter, anak akan siap menghadapi berbagai problem yang mereka hadapi di masa mendatang.

Dalam pendidikan yang berkarakter, anak akan diajak untuk mengembangkan potensi dalam dirinya. Tidak hanya itu, mereka juga diajarkan untuk memiliki akhlak mulia, pengendalian diri, serta keterampilan yang berguna bagi bangsa dan negara. Di waktu yang sama, anak juga diajak untuk menjadi pribadi yang religius.

Dengan model pengajaran tersebut, masalah utama yang kerap dihadapi anak bisa dihadapi dengan baik. Termasuk di antaranya adalah bullying. Nilai moral dan religius yang diajarkan dalam pendidikan karakter membuat mereka bisa bersikap ketika menghadapi bullying. Termasuk tindakan ketika melihat ada aktivitas bullying di depannya.

Dalam pendidikan karakter, orang tua juga punya peran yang sangat penting. Terutama, dalam mengembangkan potensi anak. Salah satu cara mendidik anak adalah dengan tidak memaksa anak untuk memiliki prestasi bagus di setiap mata pelajaran. Mengingat, anak punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, mendidik anak tidak terbatas dari sisi kecerdasan dan ketrampilan saja, tetapi dari perbuatan dan karakter anak yang ditanamkan sejak kecil.

Mendidik Anak Dalam Menggunakan Internet

Cara Mendidik Anak Dalam Era Digital

Hal berikutnya yang tidak bisa lepas dari perhatian orang tua di era modern adalah dampak positif dan negatif internet terhadap anak. Di satu sisi, internet memberikan akses yang mudah dan luas untuk membantu meningkatkan pengetahuan anak. Namun, di sisi lain orang tua sulit membendung arus informasi negatif yang ada di internet. Termasuk di antaranya adalah konten pornografi, kekerasan, dan sebagainya.

Baca juga : Pengaruh Internet Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Oleh karena itu, orang tua perlu membatasi akses teknologi kepada anak. Bagaimana caranya?

  1. Orang tua memang boleh memberikan ponsel, laptop, ataupun tablet kepada anak. Namun, hal tersebut juga harus dibarengi dengan tanggung jawab. Misalnya, orang tua tidak bisa membiarkan anak mengakses internet sendiri, apalagi ketika mereka masih berusia anak-anak. Sebagai solusinya, orang tua bisa mendampingi anak saat berselancar di internet. Dari situ, orang tua bisa mendidik anak dengan memberikan hal-hal yang positif.
  1. Hindari penggunaan media sosial bagi anak. Ingat, setiap media sosial memiliki batasan usia pengguna. Sebagai orang tua, hal ini harus diterapkan. Apalagi, media sosial merupakan platform komunikasi yang sangat bebas. Anak bisa bertemu dengan orang-orang asing, dan termasuk di antaranya adalah orang yang berniat tidak baik terhadap anak.
  2. Orang tua juga bisa memanfaatkan fitur parental yang ada di tiap-tiap perangkat elektronik. Fitur parental berguna untuk membatasi akses internet pengguna. Fitur ini juga bisa digunakan pada situs-situs besar seperti YouTube.
  3. Manfaatkan history pada aplikasi peramban. Dengan melakukan hal ini, orang tua bisa melihat aktivitas anak selama berselancar di internet. Hal ini pun bisa dilakukan dengan tanpa berada di sampingnya.
  4. Orang tua harus selalu belajar tentang teknologi terbaru. Dengan melakukan hal ini, orang tua bisa mengawasi perilaku anak dengan lebih baik. Misalnya, berkomunikasi menggunakan media sosial, aplikasi messenger, dan sebagainya.

 

Menjaga Quality Time Bersama Anak

Di era serba online seperti saat ini, menghabiskan waktu bersama keluarga merupakan hal yang sulit. Bahkan, tidak jarang berbagai aktivitas dilakukan di dunia online. Termasuk di antaranya adalah interaksi antara orang tua dan anak. Alasan utamanya adalah, kesibukan orang tua.

Dari luar, hal ini mungkin terlihat baik-baik saja. Namun, tidak jarang kondisi sebenarnya malah lebih buruk. Bisa jadi anak tidak merasakan hubungan kekeluargaan yang erat dengan kedua orang tuanya. Alasan utamanya tidak lain adalah kurangnya interaksi secara langsung. Kalau berlangsung dalam waktu yang lama, hal ini akan berdampak pada psikologis anak.

Namun, di waktu yang sama orang tua juga memiliki keterbatasannya masing-masing. Misalnya, pada kasus ayah yang terlalu sibuk bekerja, ayah dan ibu yang sama-sama bekerja, atau seorang single parent. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Mendidik Anak Oleh Ayah Yang Sibuk

Bagi seorang ayah yang selalu sibuk bekerja, ada 5 tips yang bisa dilakukan, yakni:

  • Meluangkan waktu untuk mengobrol 5 menit. Ayah bisa memilih waktunya secara bebas. Misalnya, sebelum berangkat kantor, saat sarapan, atau ketika mempersiapkan peralatan si kecil ke sekolah.
  • Seorang ayah juga harus menjadi pendengar yang baik. Dengan mendengar, ayah bisa memberikan perhatian lebih kepada anak dan di waktu yang sama bisa mengetahui perkembangan anak.
  • Menyediakan waktu khusus untuk anak. Misalnya, saat anak mengikuti aktivitas hobi seperti sepakbola, melukis, atau berenang. Sesekali, ayah bisa menampingi anak dalam aktivitas tersebut.
  • Seorang ayah juga tidak bisa terus-menerus menghabiskan waktunya untuk lembur. Jangan melupakan ada anggota keluarga yang menanti di rumah saat malam hari. Termasuk seorang anak yang mengharapkan kedekatan dengan ayahnya.
  • Saat hari libur, seorang ayah bisa menyempatkan waktu untuk berolahraga bersama si kecil. Caranya pun mudah, misal cukup dengan berjalan santai di taman di dekat rumah.

 

Cara mengatasi gangguan psikologis anak ketika ayah dan ibu sama-sama bekerja?

  • Menyiapkan jadwal harian bisa menjadi solusi pertama. Jadwal ini diperlukan untuk memastikan ada orang yang menemani anak selama ayah atau ibu tidak ada di rumah.
  • Berkomunikasi rutin dengan anak juga menjadi sebuah keharusan bagi orang tua. Komunikasi pun bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari panggilan suara hingga voice call.
  • Menyiapkan waktu khusus bersama dengan anak. Dalam waktu khusus tersebut, ayah dan ibu mendedikasikan waktunya secara khusus bersama anak. Bisa disediakan tiap minggu, tiap dua minggu, ataupun tiap bulan. Tujuannya adalah untuk mendidik anak tentang nilai-nilai kehidupan yang mungkin tidak diajarkan di sekolah.

Mendidik Anak Untuk Single Parent

Bagi para single parent, Anda bisa mengatasi psikologis anak dengan tips berikut: 

  • Memprioritakan pekerjaan menjadi hal pertama yang harus dilakukan oleh single parent. Terutama, bagi seorang ibu yang baru saja ditinggal suami. Dengan bekerja, ibu single parent bisa memenuhi berbagai kebutuhan anak. Hal tersebut pun dapat menjadi sandaran untuk menyusun rencana hidup di masa depan.
  • Menghabiskan waktu berkualitas dengan anak. Seorang single parent punya waktu yang terbatas, karena mayoritas dihabiskan untuk bekerja. Oleh karena itu, saat berada di hadapan anak, orang tua harus memancarkan wajah yang bahagia. Dengan begitu, anak pun turut merasakannya.
  • Mengekspresikan rasa cinta kepada anak harus diperlihatkan secara langsung. Salah satu caranya adalah dengan menunjukkan kehadiran saat anak membutuhkan orang tuanya. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada perubahan pada psikologis anak yang menganggap kalau orang tua tidak mencintainya.
  • Mengatur jadwal jadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Mulai dari jadwal bekerja, mengurus anak, membayar tagihan, hingga membersihkan rumah. Namun, dalam berbagai aktivitas tersebut, orang tua harus ingat kalau semuanya dilakukan demi kebahagiaan anak.
  • Memberi waktu untuk diri sendiri merupakan momen yang tepat untuk melepaskan stres bagi seorang single parent. Apalagi, menjadi orang tua tunggal merupakan hal yang berat. Tidak ada salahnya bagi orang tua tunggal untuk menikmati waktu barang sebentar, misalnya dengan menonton film, belanja, dan sebagainya.

Menjadi orang tua merupakan tugas yang berat, namun membesarkan dan mendidik anak hingga kelak ia beranjak dewasa merupakan kewajiban Anda. Oleh karena itu, mempersiapkan diri dengan berbagai bekal perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Jangan sampai, anak yang diharapkan jadi pribadi teladan malah menjadi anak durhaka. Tentu tidak mau seperti itu, kan? Semoga bahasan mengenai cara mendidik anak diatas bermanfaat dan membantu bagi Anda para orang tua.

Back to Articles