berhubungan intim saat keputihan

Amankah Berhubungan Intim Saat Keputihan? Ini Penjelasannya

Apakah organ intim Anda mengeluarkan lendir bening, putih, tetapi tidak beraroma? Itulah beberapa tanda keputihan normal yang kerap dialami wanita. Tak perlu khawatir, selama terjadi pada masanya, semisal di siklus menstruasi.

Sebaliknya, Anda harus curiga manakala lendir keputihan berwarna cokelat dan berbau busuk. Pun ketika hal itu disertai pendarahan berlebihan di luar masa haid. Biasanya, juga muncul gejala klinis lain, seperti nyeri perut atau organ intim terasa gatal.

Menurut dr. Rino Bonti Tri H. Shanti, SpOG dari RS Hermina Jatinegara, keputihan abnormal bisa menjadi pertanda adanya infeksi di organ reproduksi. Berdasarkan riset NCBI (National Center for Biotechnology Information Search Database), tidak kurang dari 75 persen wanita pasti mengalami keputihan. Sekitar 40-50 persennya kerap mengidap keputihan lebih dari sekali seumur hidup.

Baca juga : Daftar Makanan Penyebab Keputihan

Bolehkah Berhubungan Intim Saat Keputihan?

Meskipun tidak semua keputihan berbahaya, tidak ada salahnya Anda memeriksakan diri ke dokter. Ketahui secara gamblang mengenai penyebab keputihan; normal ataukah abnormal.

Memang, keputihan bisa membersihkan dan melindungi vagina ketika terjadi secara normal. Cairan ini akan muncul manakala ada rangsangan seksual. Namun, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, Andri Wanananda, menyarankan agar tidak berhubungan intim saat keputihan.

Menurutnya, gerakan penetrasi ke dalam vagina bisa mengakibatkan peradangan. Jika tindakan tersebut diabaikan, bisa mengancam kesehatan organ reproduksi, termasuk rahim. Itulah sebabnya, Anda harus menunda hubungan intim sampai keputihan disembuhkan.

Baca juga : Daun Sirih Sebagai Obat Keputihan Tradisional

Mengapa Wanita Mengalami Keputihan?

Sebelum mengetahui penyebab keputihan, terlebih dahulu pahami jenisnya. Ada dua macam keputihan, yaitu fisiologis dan patologis. Dikatakan fisiologis jika keputihan terjadi secara normal, semisal di masa subur dan kehamilan. Sementara keputihan patologis tergolong tidak normal sehingga harus diwaspadai.

Berikut ini beberapa penyebab keputihan yang biasa terjadi pada wanita.

  • Kehamilan

Saat hamil, jumlah hormon estrogen di dalam tubuh meningkat. Hal ini memicu kinerja aliran darah ke vagina. Karena itulah, muncul cairan tambahan dari leher rahim yang disebut keputihan.

Selama keputihan ini bersifat fisiologis, masih aman bagi janin. Pasalnya, gejala tersebut menandakan organ mampu membuang sel mati dari uterus.

Baca juga : Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

  • Stres

Anda pernah merasa tertekan dan suasana hati tidak nyaman? Itu adalah gejala awal serangan stres. Jika dibiarkan, stres bisa memicu produksi hormon kortisol. Zat inilah yang mengganggu keseimbangan pH di organ intim. Akibatnya, terjadi keputihan abnormal.

  • Infeksi Jamur atau Bakteri

Jamur Candida albicans adalah salah satu penyebab keputihan abnormal. Cendawan patogen ini kerap menginfeksi bagian kulit, mukosa, serta organ dalam. Pada kasus keputihan, Candida albicans hidup di tubuh cacing kremi.

Cacing kremi yang hidup di pelepasan, lantas berpindah ke vagina. Akibatnya, cairan keputihan menimbulkan bau busuk, kental, serta berlebihan. Selain Candida, penyebab penyakit keputihan berasal dari bakteri Trichomonas vaginalis. Kalau diabaikan, kontaminasi bakteri dapat menyerang uterus dan rongga rahim.

Baca juga : Tips Meningkatkan Kualitas Hubungan Intim Tanpa Penggunaan Obat

4 Tips Mengobati Keputihan secara Alami

Keputihan merupakan gangguan kesehatan yang bisa disembuhkan tanpa obat-obatan kimia. Anda dapat melakukan penyembuhan secara alami. Sebagai rekomendasi, berikut ini cara mengobati keputihan yang paling aman.

  1. Daun Sirih

Tanaman sirih merupakan salah satu jenis apotek hidup yang bisa ditanam di halaman rumah. Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai obat keputihan karena mengandung zat antioksidan.

Cara mengolah daun sirih sangat mudah. Pertama, ambil 3-4 helai daun sirih, kemudian masukkan ke dalam 2 gelas air. Selanjutnya, rebus air tersebut hingga tersisa satu gelas saja. Lalu, minum airnya sampai habis.

Baca juga : Cara Menghitung Masa Subur Wanita

  1. Daun Sambiloto

Selain daun sirih, ada juga daun sambiloto yang bisa digunakan untuk menyembuhkan keputihan. Proses pengolahan ramuan ini sama seperti daun sirih. Anda tinggal merebusnya dalam takaran 4 gelas sampai tersisa satu gelas. Setelah itu, diminum selagi masih hangat.

  1. Bawang Putih

Bawang putih mengandung antibiotik, antioksidan, dan antibakteri yang mampu melawan infeksi jamur ataupun bakteri penyebab keputihan. Karena itu, Anda harus mengonsumsi minimal tiga siung bawang putih setiap hari selama masa penyembuhan.

  1. Mengonsumsi Beauty Golds

Jika Anda merasa 3 cara diatas tidaklah praktis dan merepotkan, Anda bisa mencoba mengonsumsi Harvest Beauty Golds, yaitu obat tradisional untuk masalah keputihan. Dilengkapi dengan ekstrak daun sirih dan kayu rapet, Beauty Golds telah terbukti ampuh dalam mengatasi keputihan secara alami.

Jadi, sekarang Anda sudah tahu, bukan? Aman atau tidaknya berhubungan intim saat keputihan. Demi kesehatan, lakukan penyembuhan sebelum melakukan aktivitas tersebut. Semoga bermanfaat.

Baca juga : Tips Mengatasi Gejala PMS

Back to Articles