baby blues syndrome pasca melahirkan

Bunda, Waspadai Baby Blues Syndrome Pasca Melahirkan

Baby Blues Syndrome adalah gangguan psikologis yang dialami oleh sebagian ibu pasca melahirkan. Menurut penelitian, hampir dua pertiga ibu melahirkan di Indonesia pernah mengalami sindrom ini. Bahkan, ada beberapa kasus kekerasan di Indonesia yang dilakukan wanita dicurigai sebagai efek Baby Blues Syndrome yang tidak teratasi.

Penyebab Baby Blues Syndrome Pasca Melahirkan

Menurut praktisi kesehatan, salah satu penyebab munculnya Baby Blues Syndrome adalah penurunan hormon dalam tubuh ibu setelah melahirkan. Seperti diketahui, hormon estrogen dan progesteron mengalami peningkatan pada masa kehamilan. Perubahan ini mengakibatkan rasa tidak nyaman dalam tubuh ibu sehingga memicu munculnya perasaan negatif.

Penyebab lainnya adalah kelelahan yang dialami para ibu, baik karena baru saja melewati proses melahirkan maupun karena mengurus bayi. Selain itu, sindrom ini juga bisa muncul karena kurangnya persiapan ibu dengan peran baru, kekhawatiran tidak bisa menjadi ibu yang baik, rasa bersalah karena proses melahirkan, masalah menyusui, maupun tuntutan yang berlebihan dari lingkungan sekitar.

Sayangnya, rasa tertekan yang dialami ibu tersebut sering kali dianggap sepele oleh orang lain, termasuk suami maupun anggota keluarga lain.

Baca juga : 8 Bahan MPASI untuk Bayi usia 6-12bulan

Gejala Baby Blues Syndrome

Baby Blues Syndrome memiliki beberapa gejala yang bisa dideteksi sejak dini. Berikut di antaranya:

  • Sedih berkepanjangan dan sering menangis. Ketika bayi rewel dan menangis tanpa henti, ibu pun akan ikut menangis. Hal ini disebabkan oleh rasa lelah, kesal, dan kecewa karena tidak bisa membuat bayi tenang. Padahal, menangis bagi bayi merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi.
  • Mudah marah dan lebih sensitif. Ibu yang mengalami Baby Blues Syndrome menunjukkan gejala yang sangat kentara, yaitu sering marah karena alasan sepele atau bahkan tanpa sebab. Salah satu contohnya, ketika bayi menangis tanpa henti atau muntah.
  • Tidak mau merawat bayi. Ibu yang mengalami Baby Blues Syndrome juga kadang-kadang tidak bersedia menyusui bayinya atau terkesan menghindari bayi. Tindakan ini dilakukan karena rasa bersalah atau rasa tidak percaya diri.
  • Pada kasus yang lebih parah, ibu bisa menyakiti bayi, baik secara verbal maupun fisik.

Baca juga : Panduan Lengkap Membesarkan & Mendidik Anak

Ketahui Solusinya

Sebagian besar sindrom pasca melahirkan memang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, penyembuhan ini harus didukung oleh peran dan dukungan orang-orang di sekitarnya, termasuk suami. Berikut beberapa cara untuk menangani atau mencegah Baby Blues Syndrome pasca melahirkan.

  • Jangan biarkan ibu terlalu capek, baik fisik maupun psikis. Dalam hal ini, suami harus mau membantu merawat bayi, mulai dari mengganti popok, menjaga saat bangun di malam hari, menenangkan ketika rewel, dan sebagainya. Jika perlu, sewalah asisten rumah tangga yang dapat meringankan pekerjaan rumah tangga.
  • Beri waktu pada ibu untuk beristirahat atau kembali merawat diri. Masa kehamilan adalah masa ketika ibu kurang memedulikan kepentingan dirinya demi janin yang dikandung. Setelah melahirkan, kondisi itu masih berlanjut dengan tugas merawat bayi yang ternyata jauh lebih berat. Karena itu, aturlah waktu supaya ibu dan ayah bisa saling berbagi tugas sehingga ibu bisa memiliki kesempatan untuk kembali merawat dirinya.
  • Mengonsumsi suplemen seperti Bio Strath yang baik untuk ibu pascar melahirkan. Bio Strath meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencukupi kebutuhan nutrisi ibu pasca melahirkan agar tidak mudah sakit. Suplemen ini juga sangat baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui karena seluruh vitamin dan nutrisi dari Bio Strath akan disalurkan kepada anak melewati ASI.
  • Jangan terlalu perfeksionis. Sering kali, masalah yang terjadi pada bayi tidaklah seberat dugaan. Karena itu, ibu harus menggali banyak informasi dari berbagai sumber supaya tidak mudah khawatir atau bingung. Jangan pula menganggap segala sesuatu harus selalu sempurna karena konsep ini hanya akan membuat kondisi lebih buruk.
  • Dampingi ibu jika mengalami gejala ini dan jangan dipisahkan dari bayi. Dengan demikian, ibu akan belajar menyesuaikan diri. Pendampingan perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga : Pentingnya Nutrisi Untuk Anak Pada Masa Golden Age

Menjadi ibu adalah peran yang sangat mulia. Namun, diperlukan pengetahuan yang benar supaya bisa merawat bayi dengan baik. Jika tidak, rasa tertekan tersebut akan muncul dalam bentuk sindrom pasca melahirkan. Nah, supaya tidak berdampak buruk, segera kenali penyebab, gejala, serta solusinya dengan baik.

Back to Articles