pantangan ibu menyusui

Hindari 8 Pantangan Ibu Menyusui Ini Agar Bayi Anda Tetap Sehat

Anda baru saja melahirkan sang buah hati?  Pastinya, tubuh membutuhkan makanan yang kaya akan nutrisi agar tubuh segar kembali, apalagi saat Bunda menyusui.

Menurut studi Children’s Hospital of Philadelphia, Ibu menyusui harus melakukan program diet yang seimbang. Artinya, ada makanan yang boleh dikonsumsi dan yang harus dihindari. Namun, riset American Academy of Pediatrics mengungkapkan, banyak wanita kesulitan mengubah kebiasaan makan setelah melahirkan. Padahal, makanan tersebut bisa memengaruhi kesehatan ibu dan bayi.

Baca juga: Cara Mengatasi Keputihan Pasca Melahirkan

8 Pantangan Ibu Menyusui

  1. Makan Terlalu Banyak

Pernahkah Anda dinasihati untuk banyak makan pasca melahirkan? Saran tersebut tidak selamanya benar dan harus diikuti. Pasalnya, pola makan yang berlebihan bisa menyebabkan obesitas pada sang Ibu.

Namun, Anda juga tidak harus menjalani diet ketat saat menyusui. Menurut Food Standards Agency, Ibu menyusui hanya perlu mengonsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang.

Hal itu pun ditegaskan oleh hasil studi KidsHealth; Ibu menyusui wajib menyantap menu dengan kandungan protein, kalsium, dan buah utuh. Setidaknya, seorang Ibu harus mendapat 300-500 kalori lebih banyak dari kebutuhan harian setiap harinya.

Baca juga: Vitamin untuk Ibu Menyusui

  1. Alkohol dan Kafein

Hasil penelitian Canadian Family Physician yang dipublikasikan dalam jurnal National Institutes of Health menemukan fakta menarik seputar konsumsi alkohol dan kafein ketika menyusui. Kedua zat tersebut dapat dideteksi dalam ASI. Artinya, apa pun yang diminum oleh sang Bunda akan menyatu dengan air susu. Alkohol bisa dibilang merupakan salah satu pantangan ibu menyusui yang wajib Anda patuhi.

Selain itu, mengonsumsi alkohol juga dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi. Zat tersebut mampu menghilangkan konsentrasi dan kesadaran Anda dan bayi. Namun, untuk kafein, masih boleh diminum selagi dosisnya tidak berlebihan.

  1. Junk Food

Makanan yang masuk ke tubuh bayi sangat bergantung pada pola konsumsi orang tuanya. Jika Anda suka menyantap junk food, otomatis zat-zatnya diserap oleh si kecil melalui air susu. Padahal, nilai gizi junk food tergolong rendah dan membahayakan kesehatan.

Para ahli medis menyarankan, manakala memasuki 1.000 hari pertama pascamelahirkan, hindari makanan cepat saji. Pasalnya, berdasarkan penelitian National Institutes of Health, junk food bisa menghambat perkembangan kognitif anak saat beranjak remaja. Dampak lainnya, otak tidak dapat memaksimalkan fungsi sehingga kecerdasan si kecil menurun.

Baca juga : Pentinganya Memberikan Vitamin Anak Pada Masa Golden Age

  1. Sayuran yang Mengandung Gas

Anda suka makan brokoli, kubis, kol, atau terong? Menurut KidsHealth, ibu yang sedang menyusui harus menghindari sayuran ini karena banyak mengandung gas. Akibatnya, si kecil bisa terkena penyakit kembung, iritasi lambung, radang usus, hingga muntah.

Baca juga: Makanan Pelancar Asi

  1. Makanan Penyebab Alergi pada Bayi

Bayi lebih rentan terkena alergi karena saluran pencernaannya belum sempurna. Alergi tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi sang Ibu. Zat-zat makanan itu masuk ke dalam tubuh bayi melalui ASI.

National Health Service di Inggris mengungkapkan ada enam jenis makanan yang bisa menimbulkan alergi pada anak. Makanan tersebut terdiri dari telur, kacang-kacangan, udang, kerang, dan kepiting.

  1. Ikan yang Mengandung Merkuri

Merkuri adalah unsur logam yang mengandung racun. Jika terserap tubuh, racun merkuri bisa mengganggu kesehatan. Sayangnya, beberapa jenis ikan mengandung unsur tersebut. Semisal, ikan tuna, hiu, todak, dan makarel raja.

Itulah sebabnya, Ibu menyusui tidak dianjurkan mengonsumsi ikan tersebut. Meskipun ada ikan salmon yang minim merkuri, konsumsinya harus dibatasi. American Academy of Pediatrics menjelaskan, merkuri bisa mengakibatkan kerusakan saraf bayi secara bertahap.

Baca juga: Panduan Lengkap Membesarkan dan Mendidik Anak

  1.  Kubis, Peppermint, dan Bubuk Sage

ASI eksklusif merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang baru lahir. Karena itu, jumlah ASI harus bisa mencukupi kebutuhan bayi setiap hari. Supaya produksinya tetap terjaga, pastikan sang Ibu tidak mengonsumsi kubis, peppermint, dan bubuk sage.

Robert Tisserand melalui Tisserand Institute mengungkapkan fakta mengenai pengaruh peppermint terhadap produksi ASI. Berdasarkan risetnya, sekitar 30 persen wanita mengakui adanya penurunan ASI manakala mereka mengonsumsi peppermint. Sementara itu, 70 persen responden menjawab tidak tahu atau meragukan pengaruhnya.

  1. Makanan Pedas

Anda menggemari makanan pedas? Sebaiknya, hentikan kebiasaan konsumsi tersebut selama proses menyusui karena makanan pedas bisa menyebabkan gangguan pencernaan, baik pada sang Ibu maupun si kecil. Bagi Anda penggemar makanan pedas, pantangan ibu menyusui yang satu ini memang terkadang sulit dipatuhi.

Selain hal-hal tersebut, Anda juga harus menjaga pola hidup yang sehat seperti rajin berolah raga, berhenti merokok, dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Itulah ulasan mengenai beberapa pantangan ibu menyusui agar anak Anda tetap terjaga kesehatannya. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Cara Merawat Bayi Sehat dan Cerdas

Back to Articles