bayi tabung

10 Fakta Seputar Bayi Tabung Bagi Anda Yang Sedang Merencanakannya

In Vitro Fertilization (IVF) adalah sebuah metode yang mengandalkan teknologi canggih untuk membantu terjadinya pembuahan dengan mempertemukan sel telur dan sperma. Metode yang kerap disebut bayi tabung ini kini menjadi cara alternatif bagi para pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan.

Manusia pertama yang berhasil lahir berkat teknologi IVF adalah Louise Brown. Ia lahir di Inggris pada tahun 1978. Hingga saat ini, berdasarkan data dari The Telegraph, ada sekitar 5 juta bayi yang telah lahir dengan memanfaatkan metode IVF.

10 Fakta Menarik Seputar Bayi Tabung

Lantas, apa sajakah 10 fakta seputar bayi tabung yang harus Anda ketahui? Berikut ulasannya.

  1. Satu dari beberapa teknologi reproduksi yang berkembang saat ini

Dalam American Pregnancy Association, IVF disebut sebagai salah satu teknologi reproduksi atau Assisted Reproductive Technology (ART) dari beberapa metode yang telah biasa digunakan saat ini. Selain IVF, ada pula metode lain, yaitu Gamete Intrafallopian Transfer (GIFT) dan Zygote Intrafallopian Transfer (ZIFT).

  1. Dapat mengatasi masalah ketidaksuburan

Beberapa masalah ketidaksuburan yang dapat diatasi dengan metode Artificial Insemination ini adalah kerusakan saluran tuba fallopi, penurunan jumlah sperma pada pria, gangguan ovulasi pada wanita, dan adanya kelainan genetik.

Baca juga : Cara Meningkatkan Kesuburan Pria Secara Alami

  1. Ada 5 langkah yang harus ditempuh

Ada 5 langkah yang harus ditempuh supaya proses bayi tabung berhasil dilakukan, yaitu :

  • Merangsang produksi telur dengan obat kesuburan
  • Mengambil telur dari tubuh ibu dengan prosedur bedah minor
  • Mempersiapkan sperma
  • Melakukan proses inseminasi yaitu bertemunya sel telur dan sperma sehingga menjadi embrio
  • Memindahkan embrio ke tubuh wanita.
  1. Efek samping yang harus diketahui

Sebagian besar wanita mengakui bahwa setelah proses transfer embrio selesai dilakukan, aktivitas dapat tetap berjalan dengan normal. Namun, sebagian wanita lain merasakan beberapa efek samping, seperti mengeluarkan sejumlah cairan dari vagina, mengalami kram ringan pada perut dan sembelit, serta merasa nyeri pada payudara.

  1. Gejala yang dianggap berbahaya dan harus ditangani oleh tenaga medis

Ada beberapa gejala yang wajib dikonsultasikan kepada tenaga medis setelah proses transfer embrio ke tubuh wanita selesai dilakukan, yaitu pendarahan vaginal yang parah, nyeri pada panggul, darah yang terdapat pada urin, dan demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius.

Baca juga : Pentingnya Vitamin E Bagi Kesuburan

  1. Ada efek obat kesuburan yang akan dialami oleh tubuh

Selain itu, ada pula efek yang akan dialami tubuh akibat mengonsumsi obat kesuburan, yaitu sakit kepala, perubahan mood yang tiba-tiba, dan sakit pada bagian perut.

  1. Risiko yang mungkin terjadi

Ada risiko pendarahan, infeksi, dan kerusakan pada usus atau kandung kemih yang dapat terjadi karena proses ini. Ada pula kemungkinan multiple pregnancy yang berisiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Risiko keguguran pun semakin bertambah seiring dengan usia calon ibu yang semakin tua.

Risiko lain yang mengintip adalah kehamilan ektopik atau pembuahan sel telur di luar rahim. Selain itu, pasangan yang melakukan prosedur ART membutuhkan komitmen secara fisik, finansial, dan emosional. Stres psikologis kerap terjadi, terutama jika prosedur yang dilakukan tidak berhasil.

  1. Biaya yang dibutuhkan cukup besar

Prosedur IVF memerlukan biaya yang cukup besar. Dibutuhkan sekitar 12-17 ribu dolar US untuk menjalankan sekali prosedur saja. Dikutip dari Kompas.com, biaya program bayi tabung di Indonesia dimulai dari Rp 40 jt. Biasanya, asuransi tidak membayar biaya yang berkaitan dengan masalah kesuburan seperti ini.

  1. Bisa memanfaatkan donor sperma, sel telur, bahkan embrio

Jika masalah kesuburan berasal dari sperma laki-laki, alternatif yang disarankan adalah menggunakan sperma dari donor. Begitu pula jika yang bermasalah adalah sel telur wanita, sel telur pengganti bisa didapatkan dari donor. Bahkan, embrio yang sudah jadi pun bisa berasal dari donor lalu ditanamkan di rahim calon ibu.

Baca juga : Hindari Kebiasan Yang Dapat Merusak Kesuburan Pria Berikut Ini

  1. Metode ini tidak selalu berhasil

Fakta lain yang perlu diketahui adalah bahwa prosedur bayi tabung tidak semuanya berhasil. Ada beberapa kasus kegagalan yang terjadi meskipun telah diusahakan sebaik-baiknya.

Nah, demikian fakta-fakta penting seputar bayi tabung yang harus diketahui para pasangan sebelum memutuskan untuk melakukan metode ini. Semoga bermanfaat!

Back to Articles